POTENSI, KENDALA, DAN STRATEGI PENGEMBANGAN BUDIDAYA RUMPUT LAUT BERBASIS KOLABORASI DI DAERAH KEPULAUAN SAPEKEN KABUPATEN SUMENEP

Nurwidodo Nurwidodo, Abdulkadir Rahardjanto, Husamah Husamah, Mas'odi Mas'odi, Arina Mufrihah

Abstract


Rumput laut adalah komoditas pertanian yang menjanjikan, praktek pembudidayaannya masih terkendala, salah satunya di daerah Kepulauan Sapeken Sumenep. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi dan kendala serta memaparkan strategi pengembangan budidaya rumput laut di daerah Kepulauan Sapeken berbasis kolaborasi stakeholders. Penelitian ini adalah jenis deskriptif kualitatif yang didukung data kuantitatif, dilaksanakan bulan Juni-Agustus 2016. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan sekunder. Data primer didapat melalui survei langsung, observasi, dan wawancara mendalam dengan narasumber. Data sekunder diperoleh dari berbagai literatur terkait dan terutama dari hasil analisis sosial yang dilakukan mitra. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa potensi budidaya rumput laut di Kepulauan Sapeken dapat ditinjau dari segi 1) Potensi berdasarkan rona lingkungan dan hidrodinamika laut, 2) Potensi berdasarkan sumberdaya manusia, dan 3) Potensi berdasarkan sifat budidaya rumput laut. Kendala budidaya di Kepulauan Sapeken, adalah 1) Tingginya biaya operasional dan terbatasnya modal, 2) Rendahnya posisi tawar pembudidaya, 3) Kurangnya pengetahuan pembudidaya dan kurangnya pengetahuan mengenai pasca panen, 4) Kondisi cuaca dan adanya penyakit/predator, 5) Minimnya perhatian pemerintah, dan 6) Tidak adanya kelembagaan petani serta minimnya lembaga ekonomi. Usulan strategi pengembangan budidaya rumput laut berupa adanya kolaborasi stakeholders (Pemerintah Daerah, Perguruan Tinggi, dan korporat-CSR). Kolaborasi akan mendorong adanya 1) pendampingan berkelanjutan budidaya untuk mengembalikan animo masyarakat; 2) membantu membangun kelembagaan organisasi/kelompok petani; 3) memudahkan realisasi bantuan permodalan usaha, menginisiasi berdirinya lembaga keuangan lokal, dan mendorong pemberian permodalan; 5) membantu pemetaan areal budidaya yang sesuai dan membuat kalender musim tanam, sehingga mengurangi risiko kegagalan; dan 6) menginisiasi kerjasama kemitraan pasar untuk mengembangkan akses pemasaran.

Keywords


kepulauan; kendala; kolaborasi; rumput laut; Sapeken

Full Text:

PDF