ANALISIS HUBUNGAN KERAPATAN MANGROVE TERHADAP FUNGSI NURSERY GROUND PADA KEPITING BAKAU (Scylla sp) DI HUTAN MANGROVE PANTAI CENGKRONG KABUPATEN TRENGGALEK

Eka Wahyudyawati, Abdulkadir Rahardjanto, Sri Wahyuni

Abstract


Hutan mangrove memiliki fungsi ekologis yaitu  sebagai daerah asuhan (nursery ground), pemijahan (spawning ground), dan daerah mencari makan (feeding ground) bagi kepiting bakau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kerapatan mangrove, kelimpahan kepiting bakau dan hubungan antara kerapatan mangrove dengan kelimpahan kepiting bakau. Metode penelitian yang digunakan adalah deskritif kuantitatif, penelitian dilakukan dengan menentukan stasiun penelitian berdasarkan pasang surut maksimal  menggunakan belt transek ukuran 50x10 m2. Pengumpulan data mangrove menggunakan 3 stasiun penelitian dengan jumlah total plot sebanyak 27 plot. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 10 spesies mangrove dan 5 spesies kepiting bakau yang tersebar di 3 stasiun pengamatan. Besarnya kontribusi kerapatan mangrove terhadap kelimpahan kepiting bakau dapat diketahui melalui koefisien determinasinya (R2) yaitu sebesar 0.940. Hal ini berarti keragaman kelimpahan kepiting bakau dapat dijelaskan oleh kerapatan mangrove sebesar 94.0%, atau dengan kata lain kontribusi kerapatan mangrove terhadap kelimpahan kepiting bakau sebesar 94.0%, sedangkan sisanya sebesar 6.0% merupakan kontribusi dari variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini.

Keywords


Kerapatan mangrove; Nursery ground; Kelimpahan kepiting bakau

Full Text:

PDF