ANALISIS KADAR KLOROFIL PADA POHON ANGSANA (Pterocarpus indicus Willd.) DI KAWASAN NGORO INDUSTRI PERSADA (NIP) NGORO MOJOKERTO SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI

Dian Rizkiaditama, Elly Purwanti, Muizzudin Muizzudin

Abstract


Seiring meningkatnya Industri, maka mengindikasikan bahwa kualitas udara di daerah tersebut menurun karena masuknya polutan ke dalam udara. Udara yang tercemar dapat merusak lingkungan dan kehidupan manusia. Salah satu bioidikator pencemaran udara adalah pohon Angsana (Pterocarpus indicus Willd.). Pohon angsana sebagai salah satu pohon yang memiliki kepekaan terhadap pencemaran udara terutama di bagian organ daun. Pengaruh pencemaran udara pada daun dapat dilihat dari kerusakan secara makroskopis seperti klorosis dan nekrosis atau secara mikroskopis seperti perubahan jumlah kadar klorofil. Penelitian ini berutujuan untuk mengetahui perbandingan kadar klorofil pada masing-masing stasiun, mengetahui hubungan kerapatan industri dengan kadar klorofil, nekrosis, klorosis, dan memberikan inovasi sumber belajar biologi. Metode pengambilan sample menggunakan purposive sampling. Sampel dianalisis menggunakan metode spektrofotometri uv-vis 1800. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar klorofil bervariasi. Kadar klorofil a dan klorofil b tertinggi pada selatan Blok H2­ sebesar 17,454 mg/g, dan 7,454 mg/g, kadar klorofil a dan b terendah pada jalan Blok G dan N sebesar 6,859 mg/g dan 2,610 mg/g. Kerapatan industri mempunyai hubungan berbanding terbalik dengan kadar klorofil, semakin banyak industri maka semakin sedikit kadar klorofil, dan kerusakan daun yang terkena pencemaran udara mengalami gejala klorosis dan nekrosis.

Keywords


Angsana (Pterocarpus indicus Willd.); Klorofil; Klorosis; Nekrosis

Full Text:

PDF