KONSERVASI MATOA (Pometia pinnata Forst) BERDASAR TRADISI SUKU KURUDU KABUPATEN KEPULAUAN YAPEN-PAPUA SEBAGAI SUMBER BELAJAR DI SEKOLAH

Moses Gotlief Rumperiai

Abstract


Konservasi matoa (Pometia pinnata Forst) dalam tradisi suku Kurudu merupakan hal menarik untuk riset ilmiah. Bagaimana budaya tersebut? Hal istimewa apa dalam budaya tersebut bagi konservasi P. pinnata? Apa dampak globalisasi dan modernisasi terhadap budaya ini? Apa yang dilakukan untuk melestarikan budaya ini dari dampak globalisasi dan modernisasi? Penelitian ini bertujuan mengetahui: tradisi konservasi P. pinnata suku Kurudu, keistimewaan budaya ini bagi pelestarian P. pinnata, dampak globalisasi dan modernisasi terhadap budaya ini, dan upaya pelestariannya untuk pembangunan berkelanjutan.  Penelitian ini dilakukan di pulau Kurudu Provinsi Papua selama 6 tahun (Agustus 2013 hingga Desember 2019), menggunakan metode kualitatif deskriptif analisis dengan teknik participant observation dan in depth interview. Informan dipilih secara purposive sampling dan snowball sampling. Analisis data dilakukan dengan cross-checking, summarizing, synthesizing dan narratio. Hasil penelitian menjelaskan bahwa budaya konservasi P. pinnata suku Kurudu ialah Sai Antaun. Tradisi ini lahir dari pandangan kosmologi suku Kurudu tentang “makasio bo” atau buah surga yang diturunkan oleh “mane dair myo nei” atau Sang Pencipta sebagai tumbuhan kehidupan bagi manusia dan seluruh biota di pulau Kurudu. Melalui tradisi ini suku Kurudu dilarang memanen buah P. pinnata dengan menebang pohon yang berbuah, melainkan harus mengikuti tata cara dalam tradisi Sain Antaun mulai dari ritual nyanyian ratapan kematian buah sampai selesai panen buah. Melalui tradisi ini, suku Kurudu berhasil melestarikan 168 varietas P. pinnata. Tradisi ini terancam punah oleh pengaruh globalisasi dan modernisasi. Upaya untuk melestarikan budaya konservasi P. pinnata suku Kurudu ini dilakukan melalui pembelajaran muatan lokal di sekolah.

Full Text:

PDF

References


Agrotek. (2020). Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Matoa. Retrieved July 16, 2020, from https://agrotek.id/klasifikasi-dan-morfologi-tanaman-jagung/

Arisoy, H. (2009). Pengajaran Bahasa Kurudu untuk pemula. Buku 2. Jayapura.

Arisoy, H. (2008). Tokopi dan Mampuri Tonggak-Tonggak Perjalanan Orang Kurudu. Jayapura.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Kepulauan Yapen. (2018). Distrik Pulau Kurudu dalam angka 2018. BPS Kabupaten Kepulauan Yapen.

Berlin, S.W., Linda, R., Mukarlina. (2017). Pemanfaatan Tumbuhan Sebagai Bahan Pewarna Alami oleh Suku Dayak Bidayuh di Desa Kenaman Kecamatan Sekayam Kabupaten Sanggau. Jurnal Protobiont, 6(3), 303-309.

Campbell, N.A., Reece, J.B., Urry, L.A., Cain, M.L., Wasserman, S.A., Minorsky, P.V., & Jackson, R.B. (2010). Biologi Jilid 1 Edisi Kedelapan. Jakarta: Erlangga.

Dalmatia, D., Damhuri, D., & Safilu, S. (2017). Etnobotani Tumbuhan Pewarna Alami Masyarakat Desa Mantobua Kabupaten Muna. Jurnal Ampibi, 2(1), 34-41.

Darwin, C. (2017). The Origin of Species (Asal-Usul Makhluk Hidup Melalui Seleksi Alam atau Pelestarian Ras-ras Unggulan dalam Perjuangan untuk Hidup. Jakarta: PT. Buku Seru.

Ernikawati, Zuhud, E.A.M., & Santosa, Y. (2017). Pendugaan Potensi Tumbuhan Obat di Hutan Lindung Jompi Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara. Jurnal Media Konservasi, 2(1), 42-48.

Hidayah, Z. (2015). Ensiklopedi suku bangsa di Indonesia. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Isir, R. (2009). Syukur bagimu tuhan kau b’rikan Tanahku Papua (makna hari raya pondok daun kristen sion dan hari raya syukuran bumi papua untuk membangun papua emas) aktualisasi visi pastor i.s kijne tentang kota emas. Jayapura: Komite Jaringan Doa Sahabat Papua.

Kartikasari, E.N., Marshall, A.J., & Beehler, B.M. (2013). Ekologi Papua. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia dan Concervation International.

Limbongan J, Hayati, L., & Louw, J. (2004). Program penelitian dan pengkajian sagu berwawasan agribisnis dan ketahanan pangan di Papua. Prosiding Lokakarya Nasional Pendayagunaan Pangan Spesifik Lokal Papua. Kerjasama UNIPA dan Pemprov Papua, Jayapura, 2-4 Desember 2003.

Moleong, L.J. (2018). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Nisyapuri, F.F., Iskandar, J. & Partasasmita, R. (2018). Studi Etnobotani Tumbuhan Obat di Desa Wonoharjo Kabupaten Pangandaran Jawa Barat. Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia, 4(2), 122-132. DOI: 10.13057/psnmbi/m040205.

Pemerintah Provinsi Papua. (2008). Nama dan Koordinat pulau-pulau kecil di Propinsi Papua. Jayapura: Biro Tata Pemerintahan, Sekretaris Daerah Provinsi Papua.

Rumperiai, M. G. (2013). Analisis Vegetasi Hutan di Kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Warwari Kampung Kirimbri Distrik Pulau Kurudu Kabupaten Kepulauan Yapen. Jayapura: Universitas Cenderawasih.

Rumperiai, M. G. (2020). Konservasi tanaman matoa (Pometia pinnata Forst) menurut tradisi Suku Kurudu Di Pulau Kurudu Kabupaten Kepulauan Yapen-Papua. Prosiding Seminar Nasional V 2019, 76–94. Malang: Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang.

Rumperyai, Z. (2010). Sai antaun ritual on kurudu people. Jayapura: Universitas Cenderawasih.

Sudaryono, S. (2019). Metodologi Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan Mix Method. Depok: PT. RajaGrafindo Persada.

Sugiyono, S. (2018). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung: CV. Alfabeta.

Sugiyono, S. (2018). Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: CV. Alfabeta.

Sugiyono, S. (2018). Metode Penelitian Kualitatif untuk Penelitian yang Bersifat: Eksploratif, Enterpretif, Interaktif dan Konstruktif. Bandung: CV. Alfabeta.

Usman, H., & Akbar, P.S. 2017. Metodologi Penelitian Sosial. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Woria, A. (2020). Dikampung ini, anda bisa makan buah matoa sampai puas!! Retrieved July 17, 2020, from Kabupaten Kepulauan Yapen website: http://kepyapenkab.go.id/index.php/2020/01/03/dikampung-ini-anda-bisa-makan-buah-matoa-sampai-puas/

Zurriyati, Y. & Dahono, D. 2016. Keragaman sumber daya genetik tanaman buah-buahan eksotik di Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau. Buletin Plasma Nutfah, 22 (1).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Muhammadiyah Malang, Terakreditasi A, Tersertifikasi Internasional AUN-QA