Dolichos lablab (Anatomi, Fisiologi, dan Etnobotani)

Siti Nurhasanah, Moses Gotlief Rumperiai, Rimtha Zalsalina Perangin Angin, A. Arasti, Dewi Rianinsih, Galuh Palupi, Elly Purwanti

Abstract


Tanaman ini mempunyai nama spesifik seperti di Jawa dinamakan koro ueceng, koro pedang atau koro wedhus, di Madura dinamakan kacang komak dan di Sunda dinamakan kacang jeriji. Di beberapa Negara Tanaman komak mempunyai nama-nama yang spesifik seperti Lablab, bonavist, Egyption, Chinese flowering, Pharao, Shink, Val, Wild field dan Indian bean (Stephens 1994). Tanaman komak termasuk jenis tanaman polong-polongan batangnya berbentuk melilit. Tanaman kacang komak merupakan tanaman kacang polong yang sangat potensial dikembangkan sebagai komoditi alternatif pangan. 

Full Text:

PDF

References


Ari, A. (2010). Biologi SMA Kelas XII. Jakarta: Yudistira

BPS Pamekasan. 2015. Tinggi dari permukaan laut dan luas wilayah menurut kecamatan.

Campbell, Neil A., dan Jane B. Reece. Biologi Edisi Kedelapan Jilid 2. Jakarta: Erlangga, 2008.

Esmoeili, M. (2009). Ecology of Seed Dormancy and Germination of Carex Divisa Huds: Effect of Statification, temperature, and Salinity. New York: International journal of Plaint Production.

Ferdinand, F. (2003). Praktis Belajar Biologi. Yogyakarta: Grafindo

Franklin, G. (1991). Fisiologi Tanaman Budidaya. Jakarta

Hadi, S. (2105). Model Fisiologi Tumbuhan. Malang: UMM

Hidayat, Estiti B., Anatomi Tumbuhan Berbiji. Bandung: ITB, 1995.

Islam, M. Tauhidul, A.K.M. Azad ud Doula Prodhan, S.M. Abdul Bari, dan M. Obaidul Islam, “Stem Anatomy of Country Bean”, Pakistan Journal of Biological Sciences, Vol. 6(20), 2003, h. 1742-1743.

Jayanti, E. T., (2017). Profil Anatomi Batang Kacang Komak (Lablab purpureus (L.) Sweet) Lokal Pulau Lombok”. Biota: Biologi dan Pendidikan Biologi, 2(10). 151-164

Kadaryanto. (2000). Mengungkap Rahasia Alam Kehidupan. Jakarta: Yudhistira Gdhalia Indonesia

Kimball, F. W. (2002). Fisiologi Tumbuhan. Jakarta: Erlangga

Lakitan (1993) dalam Henny L Rampe. “Struktur Sel Epidermis dan Stomata Daun Beberapa Tumbuhan Suku Orchidaceae”. Jurnal Bioslogos, Vol. 1, Nomor 1, Agustus 2011.

Manurung, M. (2010). Fisiologi Tumbuhan. Bogor: IPB Press

Pratiwi, P. (2006). Biologi SMA Kelas XII. Jakarta: Erlangga

Prawinata, W., dkk. (1991). Totropotisme Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan Jilid III. Bogor: IPB Press

Puspita, T. (1997). Fisiologi Tumbuhan. Yogyakarta: Universitas Sriwijaya

Rahayu, M., & Rustiami, H. (2017). Etnobotani Masyarakat Samawa Pulau Sumbawa. Jurnal Scripta biologica, 4 (4), 235-245.

Rumperiai, M. G. (2020). Konservasi tanaman matoa (Pometia pinnata Forst) menurut tradisi Suku Kurudu Di Pulau Kurudu Kabupaten Kepulauan Yapen-Papua. Prosiding Seminar Nasional V 2019Peran Pendidikan Dalam Konservasi Dan Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan, 76-94. Malang, Indonesia: Kota Tua.

Setiawan, E. (2017). Studi Etnobotani Pemanfaatan Tanaman Sayuran di Kabupaten Pamekasan. Jurnal Ilmiah Rekayasa, 10 (1), 1-8

Setyorini, D. (2008). Komak: Sumber Protein Nabati untuk Daerah Kering. Warta Plasma Nutfah Indonesia. 20 (2), 8-10

Shaheen A. M. (2006). “The Value of Vascular Supply of the Petiole Trace Characteristics in the Systematic of Some Species of Subfamily: Mimosoideae-Leguminosae”. Assiut University Journal of Botany, (35), 193–213.

Siahposh, Amir, Mahboobeh Ghasemi, Ahmad Majd, Hamid Rajabi Memari dan Taher Nejadsattari. (2015). “Vegetative and reproductive Anatomy of Vigna radiata L.”. Tropical Plant Reseach, 2 (1).

Subagio, A., Andrew, S., R., & Wiwiek, S., W. (2006). Karakteristik biji dan Protein Koro Komak (Lalab purpureus (L.) Sweet) sebagai Sumber Protein. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan, 17 (2).

Suharjanto, T. (2010). Respon Hasil Kacang Komak terhadap Intensitas cekaman Kekeringan, Agrika, 4 (1), 30-36.

Sukamto, Aulunni’am & Sudiyono (2009). Tekin, Mehmed dan Gulden Yilmaz, “Comparative Root and Stem Anatomy of Four Rare Onobrychis Mill. (Fabaceae) Taxa Endemic in Turkey”, Notulae Scientia Biologycae, Vol. 3 (7), 2015. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan, 99(2), 117-123

Susanto, R. (2005). Dasar-dasar Ilmu Gizi. Yogyakarta: Kanisius

Tekin, Mehmed dan Gulden Yilmaz, “Comparative Root and Stem Anatomy of Four Rare Onobrychis Mill. (Fabaceae) Taxa Endemic in Turkey”, Notulae Scientia Biologycae, Vol. 3 (7), 2015.

Vya (2010). Gerak pada Tumbuhan. Jakarta: Gramedia

Wahyuni, S. (2018). Karakteristik Struktur Anatomi Komak Benguk. Mataram. Universitas Islam Negeri.

Yohanis, Y. (2013). Fisiologi Tumbuhan. Bandung: Rekayasa Sains.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Muhammadiyah Malang, Terakreditasi A, Tersertifikasi Internasional AUN-QA