Penerapan STEM Pada Pembelajaran IPA Materi Bioteknologi

Rimtha Zalsalina Perangin Angin

Abstract


Pendekatan STEM merupakan pendekatan modern yang mengintegrasikan aspek-aspek STEM guna menciptakan peserta didik yang mampu menyelesaikan masalah yang terjadi di kehidupan abad 21. Pendekatan STEM dapat membentuk peserta didik menjadi sumber daya manusia yang mampu berpikir kritis dan kreatif, sistematis dan logis sehingga mampu memenuhi standar sumber daya manusia abad 21 serta mampu menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.Tujuan penulisan paper ini adalah memaparkan konsep STEM dan penerapam pendekatan STEM pada pembelajaran IPA dala materi bioteknologi, di jenjang sekolah menengah pertama. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah kajian literatur dengan menyeleksi beberapa artikel dan jurnal mengenai pendekatan STEM dam penerapannya dalam jenjang pendidikan menengah pertama. Selain itu dilakukan kajian kompetensi dasar kurikulum 2013 pada jenjang sekolah menengah pertama yang dapat diintegrasikan dalam pendekatan STEM. Hasil kajian menunjukkan bahwa beberapa kompetensi dasar pada jenjang sekolah menengah pertama dalam pembelajaran IPA dapat diintegrasikan dengan pendekatan STEM berupa aktifitas pembiasaan pendekatan STEM di dalam kelas dan pemberian projek kepada peserta didik. Dengan demikian pengimplementasian pendekatan STEM pada jenjang sekolah menengah pertama dalam pembelajaran IPA dapat dilakukan di Indonesia dalam rangka mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten dalam menghadapi tantangan abad 21.

Full Text:

PDF

References


Banks, F. (2009). Technological literacy in a developing world context: The case of Bangladesh.In PATT-22: ‘Pupils Attitude Towards Technology’ Conference, p. 24-38, August 2009,Delft, The Netherlands.

Barak, M. (2012). Teaching engineering and technology: cognitive, knowledge and problemsolving taxonomies. Journal of Engineering, Design, and Technology, 11(3), 316–333.

Breiner, J., Harkness, S., Johnson, C., & Koehler, C. (2012). What is STEM? A discussion about conceptions of STEM in education and partnerships. School Science and Mathematics, 112(1), 3-11.

Chen, M. (2001). A potential limitation of embedded-teaching for formal learning. InJ.

Moore & K. Stenning (Eds.). Proceedings of the Twenty-Third Annual Conference of the Cognitive Science Society. Edinburgh, Scotland: Lawrence Erlbaum Associates,Inc.

Daryanto & Karim.S. (2017) Pembelajaran abad 21.Yogyakarta: Gava Media.731

Frykholm, J., & Glasson, G. (2005). Connecting science and mathematics instruction: pedagogical context knowledge for teachers. School Science and Mathematics, 105(3), 127–141.

Jones, L.R.,Gerald, W.,& Victoria, A.S.(2015). TIMSS Science Framework 2015. US: Lynch School of Education Boston College.

Illinois Valley Community College . (2011).STEM Activities for Middle School Student : Special Focus On Girl.Oglesby: Illinois Valley Community College.

Kelley, T.R. &J.Geoff.K.(2016). A conceptual for integrated STEM education. International Journal of STEM Education, 3(11):1-11.

Kementerian Pendidikan Malaysia.(2015).Panduan Pelaksanaan Sains, Teknologi, Kejuruteraan dan Matematik (STEM) dalam Pengajaran dan Pembelajaran. Malaysia: Kementerian Pendidikan Malaysia Bahagian Pembangunan Kurikulum.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan .(2017). Panduan Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah dan Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama.

Khalidi,F. (2017). Sampoerna School System Menjawab KelangkaanTenaga Kerja IT. (https://swa.co.id/swa/capital-market/corporate-action/sampoerna-school-system menjawab-kelangkaan-tenaga-kerja).selain).diakses tanggal 5 september 2017

Mitcham, C. (1994). Thinking through Technology: The Path between Engineering and Philosophy. Chicago: University of Chicago Press.

Moore,T.,Stohlmann, M., Wang, H., Tank, K., Glancy, A., & Roehrig, G. (2014). Implementation and integration of engineering in K-12 STEM education. In

S. Purzer, J. Strobel, & M. Cardella (Eds.).Engineering in Pre-College Settings: Synthesizing Research, Policy, and Practices. West Lafayette: Purdue University Press.

OECD. (2010).PISA 2009 Results: What Students Know and Can Do. StudentPerformance Inreading, Mathematics, and Science (Volume 1). Paris: OECD.

OECD. (2015). Education in Indonesia: Rising to the Challenge. Paris: OECD Publishing. OECD.(2016). PISA result in focus 2015.Paris: OECD Publishing.

Purzer, S., Goldstein, M., Adams, R., Xie, C., & Nourian, S. (2015). An exploratory study of informed engineering design behaviors associated with scientific explanations. International Journal of STEM Education, 2(9), 1–12

Sanders, M. (2009). STEM, STEM education, STEMmania. The Technology Teacher, 68(4), 20–26.

UNESCO.(1998). Higher education in the twenty-first century vision and action.Paris:UNESCO.

Wang, H., Moore, T., Roehrig, G., & Park, M. (2011). STEM integration: Teacher perceptionsand practice. Journal of Pre-College Engineering Education Research, 1(2), 1-13.

Williams, J. (2011). STEM education: Proceed with caution. Design and Technology Education,16(1), 26-35.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Muhammadiyah Malang, Terakreditasi A, Tersertifikasi Internasional AUN-QA