Pengaruh Konsenstrasi EM-4 terhadap C/N Rasio Kompos Mata Lele (Lemna sp.)

Siti Nurhasanah

Abstract


Pemakaian pupuk kimia sangat digemari oleh petani karena kandungan unsur hara yang tinggi sehinggapenggunaan pupukmenjadi lebih efektif. Pupuk kimia memiliki dampak negatif yang seringkali dikesampingkan oleh petani, beberapa diantaranya adalah menurunnya kadar bahan organik tanah, struktur tanah rusak, penurunan pH dan pencemaran lingkungan. Solusi dari dampak negatif yang ditimbulkan pupuk kimia ini adalah penggunaan pupuk kompos sebagai penyeimbang unsur hara tanah. Pupuk kimia tidak dapat menggantikan fungsi kompos karena masing-masing memiliki peran yang berbeda. Pupuk kimia berperan menyediakan nutrisi dalam jumlah yang besar bagi tanaman, sedangkan pupuk kompos berperan menjaga nutrisi tanah agar unsur hara dalam tanah mudah dimanfaatkan oleh tanaman untuk menyerap unsur hara yang disediakan pupukTujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah menentukan kombinasi volume penambahan EM4 yang tepat pada pembuatan pupuk kompos Lemna sp. untuk mencapai kualitas kimia C/N rasio terbaik sesuai SNI. Perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan K.E4 dan K.E 5 yaitu kompos kompos Lemna sp. dengan penambahan volume EM-4 30% dan 35% yang difermentasi selama 7 hari. Bokashi tersebut memiliki kandungan kimia dengan nilai nisbah C/N 9, kandungan di mana semua parameter tersebut telah memenuhi standar SNI 19-7030-2004.

Full Text:

PDF

References


Ali, F., Utami, D., P., Komala, N., A. (2018) Pengaruh penambahan EM4 dan larutan gula pada pembuatan pupuk kompos dari limbah industri crumb rubber. Jurnal Teknik Kimia, 2(24), 47-55

Amanillah, Zi. 2011. Pengaruh Konsentrasi EM4 pada Fermentasi Urin Sapi Terhadap Konsentrasi N, P, dan K. Skripsi. Fakultas MIPA. Universitas Brawijaya Malang

Kurniawan, D., Kumalaningsih, S., Sabrina, N., M. (2013) Pengaruh Volume Penambahan Effective

Microorganism 4 (Em4) 1% Dan Lama Fermentasi Terhadap Kualitas Pupuk Bokashi dari Kotoran Kelinci Dan Limbah Nangka, Jurnal Industria Vol 2 No 1: 57 – 66

Lepongbulan, W., Tiwow, V., M., A., & Diah, A., W., M. (2017) Analisis Unsur Hara Pupuk Organik Cair Dari Limbah Ikan Mujair (Oreochromis Mosambicus) Danau Lindu Dengan Variasi Volume Mikro Organisme Lokal (Mol) Bonggol Pisang. Jurnal Akademika Kim. 6(2): 92-97

Marlinda, M. (2015). Pengaruh Penambahan Bioaktivator EM4 Dan Promi Dalam Pembuatan Pupuk Cair Organik Dari Sampah Organik Rumah Tangga. Jurnal Konversi, 4 (2), 1-6

Nur, T., Noor, A., R., & Elma, M. (2016). Pembuatan Pupuk Organik Cair Dari Sampah Organik Rumah Tangga Dengan Penambahan Bioaktivator EM4 (Effective Microorganisms), Jurnal Konversi, 5 (2), 5-12

Pinandita, A., Margono, D., B (2017) Pengaruh Penambahan EM-4 dan Molasses terhadap Proses

Composting Campuran Daun Angsana (Pterocarpus indicun) dan Akasia (Acasia auriculiformis). Jurnal Rekayasa Proses, 11 (1), 19-23

Yuniwati, M. & Padulemba A. (2012). Optimasi kondisi proses pembuatan kompos dari sampah organik dengan cara fermentasi menggunakan EM4. Jurnal Teknologi, 5 (2), 172-181

Pratiwi, N., E., Simanjuntak, B., H., & Banjarnaharo, D. (2017). Pengaruh Campuran Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Tanaman Stroberi (Fragaria vesca L.) Sebagai Tanaman Hias Taman Vertikal. AGRIC, 29 (1), 11-20

Skillicorn, P. (1993). Duckweed Aquaculture a New Aquatic Arming System for Developing Countries. Washington, DC: The International Bank.

Tobing, E. (2009). Studi Tentang Kandungan Nitrogen, Karbon (C) Organik, dan C/N dari Kompos Tumbuhan Kembang Bulan (Tithonia diversifolia). Skripsi Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara.

Tarigan, (2012). Pembuatan Pupuk Organik Cair Dengan Memanfaatkan Limbah Padat Sayuran Kubis (Brassica Aleracege. L) Dan Isi Rumen Sapi. http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/27866.

Ely, W.R. (2013). Rasio C/N, Kandungan Kalium (K), Keasaman (pH), dan Bau Kompos Hasil Pengomposan Sampah Organik Pasar dengan Starter Kotoran Sapi dalam Berbagai Dosis. http:/library.ikippgrismg.ac.id/docfiles/fulltext.pdf.

Gwaze, F.R.,and Mwale, M., 2015. The Prospect of Duckweed in Pig Nutrition: A Review. Journal of Agricultural Science 7 (11), 189–99

Wan, C., and Li, Y., 2012. Fungal Pretreatment of Lignocellulosic Biomass. Biotechnology Advances 30 (6), 1447–57.

Li, C., Knierim, B., Manisseri, C., Arora, R., Scheller, H.V., Auer, M., Vogel, K.P., Simmons, B.A., and Singh, S., 2010. Comparison of Dilute Acid and Ionic Liquid Pretreatment of Switchgrass: Biomass Recalcitrance, Delignification and Enzymatic Saccharification. Bioresource Technology 101 (13), 4900–4906.

Marrubini, G., Papetti, A., Genorini, E., and Ulrici, A., 2017. Determination of the Sugar Content in Commercial Plant Milks by Near Infrared Spectroscopy and LuffSchoorl Total Glucose Titration. Food Analytical Methods 10 (5), 1556–67. Parisutham, V., Kim, T.H., and Lee, S.K., 2014. Feasibilities of Consolidated Bioprocessing Microbes: From Pretreatment to Biofuel Production. Bioresource Technology 161, 431–40.

Hidayat, W. 2016. Manfaat Tetes Tebu dalam Pembuatan Pupuk Organik (Online). www.kampustani.com/manfaat- tetestebu-dalam-pembuatan-pupuk- organik.

Daud. 2012. Limbah Padat Industri Crumb Rubber. Jurnal Teknik Kimia. 2 (3), 119-201

Marlinda. 2015. “Pengaruh Penambahan Bioaktivator EM4 dan Promi dalam Pembuatan Pupuk Cair Organik dari Sampah Organik Rumah Tangga”. Jurnal Konversi. Vol 4. No 2.

Yani, A., dan B.P. Purwanto. 2005. Pengaruh iklim mikro terhadap respon fisiologis sapi peranakan Fries Holland dan modifikasi lingkungan untuk meningkatkan produktivitasnya. Fakultas Peternakan. IPB. Bogor.Jurnal. No.1, vol. 20, pp. 35-44

Munawaroh, U; Mumu S, dan Kancitra P. 2013. Penyisihan Parameter Pencemar Lingkungan pada Limbah Cair Industri Tahu menggunakan Efektif Mikroorganisme 4 (EM4) serta Pemanfaatannya. Jurnal Teknik Lingkungan Itenas | No.2 | Vol.1 Institut Teknologi Nasional


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Muhammadiyah Malang, Terakreditasi A, Tersertifikasi Internasional AUN-QA