Studi Keanekaragaman Struktur Morfologi Famili Caesalpinaceae Berdasarkan Indeks Pollen

A. Arasti

Abstract


Palinologi adalah studi tentang serbuk sari yang digunakan dalam taksonomi karena dapat dipakai sebagai sarana identifikasi pada tumbuhan, khususnya famili Caesalpiniaceae. Kemajuan Teknologi dengan adanya Scanning Electron Microscope dapat mengembangkan ilmu pengetahuan di bidang palinologi karena memiliki kemampuan yang lebih baik dari mikroskop cahaya. Keterbatasan sumber belajar mengenai Pollen menghambat perkembangan palinologi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman Pollen spesies-spesies pada famili Caesalpiniaceae bila diamati dengan menggunakan SEM, serta mengetahui pemanfaatan hasil penelitian ini sebagai sumber belajar biologi Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yakni penelitian yang mendeskripsikan hasil pengamatan Pollen pada famili Caesalpiniaceae berdasarkan literatur yang relavan. Sampel dari penelitian ini berasal dari 6 spesies yang berbeda yaitu Bauhinia purpurea, Cassia siamea, Cassia alata, Caesalpinia pulcherrima (merah), Caesalpinia pulcherrima (kuning), dan Saraca indica. Indikator penelitian ini adalah unit Pollen, bentuk pollen, jenis ukuran pollen, jenis apertura, polatiras pollen, simetri pollen dan tipe ornamentasi eksin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa famili Caesalpiniaceae yaitu unit pollen monad, bentuk Pollen berkisar prolate, subsferodial- subprolate, dan subsferodial- prolate sferoidal, ukuran Pollen magna, media hingga minuta, apertura bertipe Trikolporat, simetri pollen radial, tipe ornamentasi eksin striat dan retikulat.

Full Text:

PDF

References


Afandi Nanang, N. 2014. Studi Karakteristik Morfologi Pollen Pada Famili Cucurbitaceae dengan Scanning Electron Mikroscope sebagai Sumber Belajar Biologi. Skripsi. Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Muhammadiyah Malang, Malang.

Al-Khairi, 2008. Keanekaragaman Genetik Jati Rakyat Di Jawa Berdasarkan Penanda Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD): Jurnal, http://iirc.ipb.ac.id/jspui/bitstream/123456789/11615/2/E08alk.pdf, Diakses pada tanggal 16 Desember 2010.

Anita, 2011. Scanning Electron Microscope. http://materialcerdas.wordpress.com /teori-dasar/scanning-electron-microscopy/

Anonymous, 2012. Scanning Electron Microscope (SEM). Universitas Brawijaya: Malang.

Ariati, S.R., T. Yulistyarini, dan A. Suprapto. 2001. Koleksi Polong-polongan Kebun Raya Purwodadi. Kebun Raya Purwodadi - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Pasuruan.

Bahadur B., P.V. Kumar & N.P. Reddy. 1979. Enantiostyly in Cassia L. (Caesalpinioideae) together with SEM studies of pollen and its possible significance. In Reproduction in flowering plants. Abstr. Int. Symp. Christchurch, New Zealand.

Baiquni, H. 2007. Pengelolaan Keanekaragaman Hayati. Social Economic Environmental. Australia

Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Panduan Pengembangan Bahan Ajar. Jakarta: Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas

El Naggar, S.M 2004. Pollen Morphology of Egyptian Malvaceae. An Assessment of taxonomic value. Journal of Biology. No 28 2004 hal 227-240.

Erdtman, G. 1954. An Introduction to Pollen Analysis. The Chronica Botanica Co. Waltham Mass. USA.

Faegri, K. & Iversen, J. 1989. Textbook of pollen analysis. – Copenhagen

Fahn, A. 1992. Anatomi Tumbuhan (Edisi Ketiga). Penerjemah Soediarto dkk. Jogjakarta: Gajahmada University Press

Gamble J.S. 1935. Flora of Presidency of Madras. Vol I.II.III.

Hitachi. 2009. Manual book Scanning Eletron Microscope Hitachi TM-3000. Singapore: Hitachi.

J Ganga Kailas, dkk, 2014. Palynodiversity of Arborescent Plants of Caesalpiniaceae Family of Karimnagar District, Telangana State, India. Research Journal of Pharmaceutical, Biological and Chemical Sciences. ISSN: 0975-8585

Kumaladita, L. 2014. Hubungan Kekerabatan Jenis-Jenis Tumbuhan Anggota Sub Famili Caesalpinioideae di Daerah Istimewa Yogyakarta Berdasarkan Kajian Morfologi Serbuk Sari Sebagai Sumber Belajar Biologi Siswa SMA Kelas X. Jurnal Keanekaragaman jenis Tumbuhan. Vol 1 no 1.

Larsen, S. Pollen morphology of Thai species of Bauhinia (Caesalpiniaceae). Grana 14: 114-131, 1975.

Leksono, A. S. 2011. Keanekaragaman Hayati. Malang: UB Press.

Madhu V and Suvartha C.2009. Ethnobotanical and Ethnomedicinal observation in Nirmal Division of Adilabad district, Andhra Pradesh, India. Ethnobotanical Leaflets 13: 1003-16.

Moore, P.D. and J.A. Webb. 1978. An Illustrated Buide to Pollen Analysis. John Wiley and Sons. New York.

Moore, P.O., J.B. Webt and M.E Colliron. 1991. Pollen analysis. Blackwell scienttifc Publication Oxford.

Mursito bambang, dkk, 2011. Tanaman Hias Berkhasiat Obat Kembang Merak (Caesalpinia pulcherrima) Jakarta: Penebar Swadaya

Sudarsono. 2005. Taksonomi Tumbuhan Tinggi. Universitas Negeri Malang – Press. Malang.

Sulistyani. 2013. Perbedaan Hasil Belajar Siswa Antara Menggunakan Media Pocket Book dan Tanpa Pocket Book pada Materi Kinematika Gerak Melingkar, Kelas X. Jurnal Pendidikan Fisika, ISSN 2338-0691 Vol. 11 No. 1 Hal. 169.

Sulistyono, dkk. 2000. Ultrastruktur Pollinia pada 10 spesies anggrek dalam subtribus Aeridinae (Aorchiadaceae). Jurnal Mikroskopis dan miroanalisis, vol 3 no 1.

Suwarno (2009). Paduan Pembelajaran Biologi XI Untuk SMA & MA. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Tjitrosoepomo, Gembong. 1979. Taksonomi Tumbuhan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta

Tjitrosomo, Gembong. 1994. Taksonomi Tuumbuhan (Spermatophyta). Yogyakarta: Universitas Gajah Mada Press

Tjitrosomo, Siti Sutarmi. 1984. Botani Umum 3. Bandung: Penerbit Angkasa.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Muhammadiyah Malang, Terakreditasi A, Tersertifikasi Internasional AUN-QA