Pemberian pupuk organik cair bonggol pisang: Solusi pertumbuhan vegetatif dan generatif Ipomoea reptans Poir

Rahadianti Ayu Lestari, S. Sukarsono, Wahyu Prihanta, Dwi Setyawan, H. Husamah

Abstract


Penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan pada tanaman kangkung darat (Ipomoea reptans Poir) dapat berdampak negatif bagi lingkungan, walaupun penggunaan pupuk organik berbahan dasar limbah bonggol pisang sebagai alternatif pupuk organik cair sudah diteliliti, sayangnya penentuan konsentrasi pupuk belum optimum. Penelitian bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian pupuk organik cair terhadap pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman kangkung darat (Ipomoea reptans Poir) dan penetuan konsentrasi yang paling optimum. Jenis penelitian eksperimen menggunakan Posttes-Only Control Design dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan Ipomoea reptans Poir, berjumlah 28 tanaman sebagai sampel, yang diberikan perlakuan pemberian pupuk dengan konsentrasi 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50%. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan One Way Anova dengan taraf signifikansi 5% dan diuji lanjut LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi pada 50% merupakan perlakuan yang terbaik dengan masing-masing pertumbuhan jumlah daun (0,029), bunga (0,003) dan buah (0,023). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan ada pengaruh pemberian pupuk cair secara signifikan.

Full Text:

PDF

References


A.A, F., Sutari, W., Nursuhud, & Mubarok, S. (2017). Faktor yang mempengaruhi pembungaan pada mangga (mangifera indica l.). Jurnal Kultivasi, 16(3), 461–465. https://doi.org/http://jurnal.unpad.ac.id/kultivasi/article/viewFile/14340/7163

Anastasia, I., Izatti, M., & Suedy, S. W. A. (2014). Pengaruh pemberian kombinasi pupuk organik padat dan organik cair terhadap porositas tanah dan pertumbuhan tanaman bayam (amarantus tricolor l.). Jurnal Biologi, 3(2), 1–10. Retrieved from https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/biologi/article/view/19439

Bahtiar, S. A., Muayyad, A., Ulfaningtias, L., Anggara, J., Priscilla, C., & Miswar. (2016). Pemanfaatan kompos bonggol pisang (musa acuminata) untuk meningkatkan pertumbuhan dan kandungan gula tanaman jagung manis (zea mays l. saccharata). Agritop Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 14(1), 18–22. https://doi.org/10.32528/agr.v14i1.405

Dewanto, F. G., Londok, J. J. M. ., Tuturoong, R. A. V., & Kaunang, W. B. (2013). Pengaruh pemupukan anorganik dan organik terhadap produksi tanaman jagung sebagai sumber pakan. Jurnal Zootek, 32(5), 1–8. https://doi.org/10.35792/zot.32.5.2013.982

Farastuti, D. (2018). Pengaruh variasi jenis pupuk terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman tomat (lycopersicum esculentum var. intan). Jurnal Prodi Biologi, 7(6), 429–440. Retrieved from http://journal.student.uny.ac.id/ojs/index.php/biologi/article/view/13059

Haryoto. 2009. Bertanam Kangkung Raksasa di Pekarangan. Yogyakarta: Kanisius.

Putri, A. E. (2017). Pengaruh metode elektrolisis terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman hidroponik kangkung. Skripsi. Retrieved from http://repository.radenintan.ac.id/2614/

Rukmana, R. 2001. Aneka Olahan Limbah: Tanaman Pisang, jambu mete, Rossela. Yogyakarta: Kanisius.

Waluyo, K. 2008. Budidaya Pisang. Bandung: Penerbit Epsilon Grup.

Wea, M. K. (2018). Pengaruh pupuk organik cair bonggol pisang kepok (musa acuminate l.) terhadap pertumbuhan tanaman okra merah (abelmoschus caillei). Skripsi. Retrieved from https://repository.usd.ac.id/23887/

Wibowo. 2017. Panduan Praktis Penggunaan Pupuk & Pestisida. Jakarta: Penebar Swadaya.

Yasmin, S., Wardiyati, T., & Koesriharti. (2014). Pengaruh perbedaan waktu aplikasi dan konsentrasi giberelin (ga3) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai besar (capsicum annuum l.). Jurnal Produksi Tanaman, 2(5), 395–403. Retrieved from http://protan.studentjournal.ub.ac.id/index.php/protan/article/view/123


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Muhammadiyah Malang, Terakreditasi A, Tersertifikasi Internasional AUN-QA