Pengaruh perlakuan penambahan daya lampu yang berbeda terhadap kadar klorofil dan hasil panen tanaman buah naga (Hylocereus cortaricensis)

Laili Nur Ashlihatina, Elly Purwanti, Rr Eko Susetyarini, H. Husamah, Diani Fatmawati

Abstract


Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman salah satunya pencahayaan. Hylocereus cortaricensis termasuk tanaman yang membutuhkan pencahayaan secara penuh, sejalan dengan hal tersebut petani di Banyuwangi memberikan perlakuan penambahan cahaya dan lama penyinaran terhadap tanaman buah naga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perlakuan penambahan daya lampu yang berbeda terhadap kadar klorofil dan hasil panen tanaman Hylocereus cortaricensis jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan jumlah sampel sebanyak 27 dari 3 kelompok perlakuan dengan 9 pengulangan. Penelitian ini menggunakan penambahan daya lampu dengan daya 12 watt dan 15 watt. Analisis data yang digunakan yaitu One Way Anova taraf signifikan 5%. Hasil penelitian dengan analisis data didapatkan hasil ada pengaruh penambahan daya lampu yang berbeda terhadap kadar klorofil dan hasil panen tanaman Hylocereus cortaricensis (0,000). Hasil kadar klorofil a tertinggi pada perlakuan cahaya matahari dan penambahan daya lampu 15 watt yaitu 8,32 mg/g, kadar klorofil b tertinggi pada perlakuan cahaya matahari yaitu 7,20 mg/g. hasil panen tanaman Hylocereus cortaricensis pada perlakuan cahaya matahari dan penambahan daya lampu 15 watt dengan hasil 22 buah.

Full Text:

PDF

References


Firdaus, H., Indriani, Selamet, & Wahyudi, N. R. C. T. (2019). Powering dragon fruit sukses berkebun buah naga dengan teknik penyinaran listrik di kabupaten banyuwangi. (pp. 363–369). Retrieved from https://ejournal.itn.ac.id/index.php/seniati/article/download/2427/1484/

Haryadi, R., Saputra, D., Wijayanti, F., Yusofa, D. A., Ferlis, N., Alizkan, U., & Priane, W. T. (2017). Pengaruh cahaya lampu 15 watt terhadap pertumbuhan tanaman pandan (Pandanus amaryllifolius). Gravity: Jurnal Ilmiah Penelitian Dan Pembelajaran Fisika, 3(2), 100–109. Retrieved from http://jurnal.untirta.ac.id/index.php/Gravity/article/view/2594/2010

Sari, N. kadek Y., Kriswiyanti, E., & Astarini, I. A. (2010). Uji viabilitas dan perkembangan serbuk sari buah naga putih (Hylocereus undatus (haw.) britton & Rose), merah (hylocereus polyrhizus (web.) Britton & Rose) dan super merah (Hylocereus costaricensis (web.) Britton & Rose) setelah penyimpanan. Jurnal Biologi, 14(2), 39–44. Retrieved from https://ojs.unud.ac.id/index.php/BIO/article/view/593

Pertamawati. (2010). pertumbuhan fotosintesis terhadap ertumbuhan tanaman kentang (Solanum tuberosum L) dalam lingkungan fotoautotrof secara infitro. Jurnal Sains Dan Teknologi Indonesia, 12(1), 31–37. Retrieved from http://medpub.litbang.pertanian.go.id/index.php/jitv/article/download/659/668

Primadani, R., & Maghfoer, D. (2018). Pengaruh sinar lampu flourescent dan lama penyinaran terhadap pertumbuhan bibit nanas (Ananas comosus (L.) Merr) cv. “smooth cayyene.” Jurnal Produksi Tanaman, 6(2), 298–307. Retrieved from http://protan.studentjournal.ub.ac.id/index.php/protan/article/view/646/652

Rianto, M. B., Suwandi, & Sulistiyono, A. (2016). Pengaruh panjang stek dan media tanam terhadap pertumbuhan bibit buah naga (Hylocereus sp.). Plumula, 5(2), 113–124. Retrieved from http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/plumula/article/view/762

Rizkiaditama, D., Purwanti, E., & Muizzudin. (2017). Analisis kadar klorofil pada pohon angsana (Pterocarpus indicus Willd.) di kawasan ngoro industri persada (NIP) Ngoro Mojokerto sebagai sumber belajar biologi. Prosiding Seminar Nasional III Tahun 2017, 1(1), 287–293. Retrieved from http://research-report.umm.ac.id/index.php/research-report/article/view/1000/1375

Sumenda, L., Rampe, H. L., & Mantiri, F. R. (2011). Analisis kandungan klorofil daun mangga ( Mangifera indica l.) pada tingkat perkembangan daun yang berbeda. Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Sam Ratulangi Manado, 1(1), 20–24. Retrieved from https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/bioslogos/article/view/372

Ekawati, R. (2018). Produksi pucuk dan kandungan flavonoid tanaman kolesom pada cekaman naungan. J. Hort. Indonesia, 9(3), 216–223.

Susilowati, E., Triyono, S., & Sugianti, C. (2015). Pengaruh jarak lampu neon terhadap pertumbuhan tanaman kalian (Brassica oleraceae) dengan sistem hidroponik sumbu di dalam ruangan. Jurnal Teknik Pertanian Lampung, 4(4), 293–304. Retrieved from https://media.neliti.com/media/publications/142247-ID-none.pdf

Zarkasyi, A. (2016). Respon pembentukan umbi mini kentang (Solanum tuberosum L.) melalui pengaturan spektrum warna cahaya pada sistem aeroponik. Universitas Muhammadiyah Malang. Retrieved from http://eprints.umm.ac.id/38227/


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Muhammadiyah Malang, Terakreditasi A, Tersertifikasi Internasional AUN-QA