Efektivitas ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) sebagai pewarna alami preparat section batang kenanga (Cananga odorata (Lamk.) Hook)

Intan Rukmana Safitri, Iin Hindun, Yuni Pantiwati, N. Nurwidodo, Tutut Indria Permana

Abstract


Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) terhadap kualitas preparat batang kenanga (Cananga odorata). Penelitian eksperimen sesungguhnya dilaksanakan melalui tahap persiapan, dan pelaksanaan. Meliputi pembuatan ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus), pengenceran ekstrak menjadi beberapa konsentrasi (0%, 50%, 60%, 70%, 80%,  90%, dan 100%), dan safranin. Pembuatan preparat section tumbuhan kenanga (Cananga odorata) terdiri dari 8 perlakuan dan 3 pengulangan dengan sampel sebanyak 24 preparat. Kualitas preparat meliputi kejelasan preparat, dan kekontrasan warna preparat. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney. Hasil menunjukan bahwa terdapat pengaruh ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) sebagai pewarna alami terhadap kualitas preparat section tumbuhan kenanga (Cananga odorata). Kualitas preparat section dengan konsentrasi terbaik 90% yang memiliki rerata skor penilaian sebesar 2,87% dengan nilai probabilitas 0,046 > 0,05.

Full Text:

PDF

References


Ahmad, S., Budiono, D., & P, R. (2013). Pengembangan media preparat jaringan tumbuhan menggunakan pewarna alternatif dari filtrat daun pacar (Lawsonia inermis). Jurnal BioEdu, 2(1), 56–58. Retrieved from https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/bioedu/article/view/1544

Abdullah, F.N., A.S. Jaya, dan Widayat. 2017. Penentuan waktu perendaman sel (fase mitosis) akar bawang merah (Allium ascalonicum L.) menggunakan safranin untuk mendukung praktikum biologi. Bioleuser 1(3): 86-9. Retrive from http://jurnal.unsyiah.ac.id/bioleuser/article/view/10490

Citramukti, I. (2008). Ekstraksi dan uji kualitas pigmen antosianin pada kulit buah naga merah ( Hylocereus costaricensis ) ( kajian masa simpan buah dan penggunaan jenis pelarut ). Universitas Muhammadiyah Malang.

Harinaldi. 2005. Prinsip-prinsip statistik untuk teknik dan sains. Jakarta: Erlangga.

Holil, K., Rofieq, A., & Wahyuni, S. (2003). Pembuatan preparat sebagai media pendidikan pada bidang studi biologi.Jurnal Dedikasi, 1(1), 136–139. Retrieved from http://ejournal.umm.ac.id/index.php/dedikasi/article/viewFile/924/977

Kwartiningsih, E., Setyawardhan, D., Wiyatno.A, & Triyono, A. (2009).Zat pewarna alami tekstil dari kulit buah manggis.Ekuilibrium, 8(1), 41–47. Retrievedfromhttps://core.ac.uk/download/pdf/12345616.pdf

Lael, B, Santosa, B., & Aryadi, T. (2018). Perbedaan penggunaan xylol (Xylene) dan toluol (Toluene) pada proses clearing terhadap kualitas preparat awetan permanen Cimex lectularius. In Prosiding SEMNAS mahasiswa Unimus (pp. 232–238). Semarang : Universitas Muhammadiyah Semarang. Retrieved from http://prosiding.unimus.ac.id/index.php/mahasiswa/article/view/149

Moebadi, W., & Yudani, T. (2011).Dasar-dasar Mikrotehnik.Universitas Negeri Malang.

Prasetyo.(2008). Struktur Tumbuhan.Retrieved from http://ilmupedia.com/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=18.diakses tanggal 24 februari 2019.

Wahyuni, S. (2009).Pengamatan inti sel ujung akar Allium cepa menggunakan pewarna alternatif daun jati muda (Tectina grandis) dan daun jambu monyet (Annacardium ocidentale L.).In Skripsi. Retrieved from http://eprints.ums.ac.id/8576/

Wahyuni, S. (2017). Buku Petunjuk Praktikum Mikroteknik. Malang: Laboratorium Biologi UMM.

Wahyuni, S. (2015).Identifikasi preparat gosok tulang (Bone) berdasarkan teknik pewarnaan.Seminar Nasional Pendidikan Biologiiologi, 657–666. Retrieved fromhttp://researchreport.umm.ac.id/index.php/researchreport/article/view/509/73

Wangi, F. P. K. (2014). Kualitas pembuatan preparat gosok dengan pewarna alami pigmen kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) sebagai Sumber Belajar Biologi.Skripsi.Universitas Muhammadiyah Malang.

Widyaningrum, M. L., & Suhartiningsih. (2014). Pengaruh penambahan puree bit ( Beta vulgaris ) terhadap sifat organoleptik kerupuk. E-Journal Boga, 3(1), 233–238. Retrieved from https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/jurnal-tata-boga/article/view/6


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Muhammadiyah Malang, Terakreditasi A, Tersertifikasi Internasional AUN-QA