Ekstrak buah legundi (Vitex trifolia Linn.) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus

Dewi Fatmawati, Nurul Mahmudarti, Sri Wahyuni, Abdulkadir Rahardjanto, Diani Fatmawati

Abstract


Diantara beberapa faktor yang mempengaruhi efektivitas kerja ekstrak buah legundi (Vitex trifolia Linn.) sebagai antibakteri adalah konsentrasi ekstrak buah legundi (Vitex trifolia Linn.) dan jenis pelarut. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen murni dengan pendekatan kuantitatif. Rancangan penelitian pada penelitian ini adalah The posttest-only control group design dengan rancangan percobaan berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan konsentrasi dan jenis pelarut terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus serta interaksi keduanya terhadap bakteri Staphylococcus aureus.  Hasil uji two – way ANOVA menunjukkan bahwa ekstrak etanol dan metanol buah legundi (Vitex trifolia Linn.) dengan konsentrasi 25%, 50%, 75% dan 100% telah menunjukkan pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Uji Duncan menunjukkan bahwa interaksi terbaik antara perbedaan konsentrasi ekstrak buah legundi (Vitex trifolia Linn.) dan jenis pelarut adalah pada ekstrak etanol buah legundi (Vitex trifolia Linn.) dengan konsentrasi 50%.  

Full Text:

PDF

References


Alamsyah, H. K., Widowati, I., & Sabdono, A. (2014). Aktivitas antibakteri ekstrak rumput laut Sargassum cinereum (J. G Agardh) dari perairan Pulau Panjang Jepara terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus epidermidis. Journal of Marine Research, 3(2), 69–78.

Arifianti, L., Oktarina, R. D., & Kusumawati, I. (2014). Pengaruh jenis pelarut pengektraksi terhadap kadar sinensetin dalam ekstrak daun Ortosiphon stamineus Benth. E-Journal Planta Husada, 2(1), 3–6. Retrieved from http://www.journal.unair.ac.id/download-fullpapers-ph44bbad3916full.pdf

Ariyani, F., Setiawan, L. E., & Soetaredjo, F. E. (2008). Ekstraksi minyak atsiri dari tanaman sereh dengan menggunakan pelarut metanol, aseton, dan N-Heksan. Widya Teknik, 7(2), 124–133. Retrieved from https://media.neliti.com/media/publications/231949-ekstraksi-minyak-atsiri-dari-tanaman-ser-029adfb0.pdf

Arlofa, N. (2015). Uji kandungan senyawa fitokimia kulit durian sebagai bahan aktif pembuatan sabun. Jurnal Chemtech, 1(1), 18–22. Retrieved from https://journal.uii.ac.id/JKKI/article/view/543/467

Astarina, N. W. G., Astuti, K. W., & Warditiani, N. K. (2013). Skrining fitokimia ekstrak metanol rimpang bangle (Zingiber purpureum Roxb). Jurnal Frmasi Udayana, 2(4), 2–7. Retrieved from https://ojs.unud.ac.id/index.php/jfu/article/view/7399/5649

Cushnie, T., & Lamb, A. J. (2005). Antimicrobial activity of flavonoids. International Journal of Antimicrobial Agents, (26), 343–356. https://doi.org/10.1016/j.ijantimicag.2005.09.002

Geetha, G., Doss, A., & Doss, P. A. (2004). Antimicrobial potential of Vitex trifolia Linn. Ancient Science of Life, 23(4), 30–32. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3330983/pdf/ASL-23-30.pdf

Ghannadi, A., Bagherinejad, M. R., Abedi, D., Jalali, M., Absalan, B., & Sadeghi, N. (1994). Antibacterial activity and composition of essential oils from Pelargonium graveolens L’Her and Vitex agnus-castus L Ghannadi. Iranian Journal of Microbiology, 4(4), 171–176. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3507305/pdf/IJM-4-171.pdf

González-lamothe, R., Mitchell, G., Gattuso, M., Diarra, M. S., Malaouin, F., & Bouarab, K. (2009). Plant antimicrobial agents and their effects on plant and human pathogens. International Journal of Molecular Sciences, 10(8), 3400–3419. https://doi.org/10.3390/ijms10083400

Kannathasan, K., Senthilkumar, A., & Venkatesalu, V. (2011). In vitro antibacterial potential of some Vitex species against human pathogenic bacteria. Asian Pacific Journal of Tropical Medicine, 4(8), 645–648. https://doi.org/10.1016/S1995-7645(11)60164-8

Lubis, H. M. L., & Hariaji, I. (2017). Ekstrak buah legundi (Vitex trifolia) mampu menghambat pembelahan dan pertumbuhan sel tumor kulit tikus, 17(1), 1–6. Retrieved from http://journal.umy.ac.id/index.php/mm/article/view/3676/pdf_17

Natheer, S. E., Sekar, C., Amutharaj, P., Rahman, M. S. A., & Khan, K. F. (2012). Evaluation of antibacterial activity of Morinda citrifolia, Vitex trifolia and Chromolaena odorata. African Journal of Pharmacy and Pharmacology, 6(11), 783–788. https://doi.org/10.5897/AJPP11.435

Phani, K., & Kumar, A. R. (2014). Antimicrobial activity of Vitex leucoxylon, Vitex negundo and Vitex trifolia. Indian Journal of Research in Pharmacy and Biotechnology, 5674(April), 2320–2321. Retrieved from https://www.ijrpb.com/issues/Volume 2_Issue 2/ijrpb 2(2) 5 phani2 1104-1105.pdf

Pranoto, E. N., Ma’ruf, W. F., & Pringgenies, D. (2012). Kajian aktivitas bioaktif ekstrak teripang pasir (Holothuria scabra) terhadap jamur Candida albicans. Jurnal Perikanan, 1(2), 1–8. Retrieved from https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jpbhp/article/view/651/651

Salni, S., Marisa, H., & Mukti, R. W. (2011). Isolasi senyawa antibakteri dari daun jengkol (Pithecolobium lobatum Benth) dan penentuan nilai KHM-nya. Jurnal Penelitian Sains, 14(D), 38–41. Retrieved from http://ejurnal.mipa.unsri.ac.id/index.php/jps/article/view/125/119

Santosaningsih, D., Zuhriyah, L., & Nurani, M. (2011). Staphylococcus aureus pada komunitas lebih resisten terhadap ampisilin dibandingkan isolat rumah sakit. Jurnal Kedokteran Brawijaya, 26(4), 204–207. Retrieved from https://jkb.ub.ac.id/index.php/jkb/article/view/385/360

Septiana, A. T., & Asnani, A. (2012). Kajian sifat fisikokimia ekstrak rumput laut coklat (Sargassum duplicatum) menggunakan berbagai pelarut dan metode ekstraksi. Agrointek, 6(1), 22–28. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.21107/agrointek.v6i1.1950

Siregar, A. F., Sabdono, A., & Pringgenies, D. (2012). Potensi antibakteri ekstrak rumput laut terhadap bakteri penyakit kulit Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus epidermidis, dan Micrococcus luteus. Journal of Marine Research, 1(2), 152–160. Retrieved from http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jmr

Sitepu, I. S., Suada, I. K., & Susrama, I. G. K. (2012). Uji aktivitas antimikroba beberapa ekstrak bumbu dapur terhadap pertumbuhan jamur Curvularia lunata (Wakk.) Boed. dan Aspergillus flavus L. E-Jurnal Agroekoteknologi Tropika, 1(2), 107–114. Retrieved from https://ojs.unud.ac.id/index.php/JAT/article/view/2179/1378

Triana, D. (2014). Frekuensi β -Lactamase hasil Staphylococcus aureus secara iodometri di laboratorium mikrobiologi fakultas kedokteran Universitas Andalas. Jurnal Gradien, 10(2), 992–995. Retrieved from https://ejournal.unib.ac.id/index.php/gradien/article/view/298/258

WHO. (2014). Antimicrobial resistance: global report on surveillance. France: WHO Library.

Yuliani, R., Indrayudha, P., & Rahmi, S. S. (2011). Aktivitas antibakteri minyak atsiri daun jeruk purut (Citrus hystrix) terhadap Staphyococcus aureus dan Escherichia coli. Jurnal Farmasi Indonesia, 12(2), 50–54. Retrieved from https://publikasiilmiah.ums.ac.id/xmlui/bitstream/handle/11617/3380/2011-12-2-50.pdf?sequence=1&isAllowed=y


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Muhammadiyah Malang, Terakreditasi A, Tersertifikasi Internasional AUN-QA