Pemanfaatan semut rangrang (Oecophylla smaragdina) berbasis indigenous knowledge sebagai upaya konservasi berkelanjutan

Trya Adi Nur Destryani, R. Robi’ah, Pandu Pratondo, Amaliya Firdausyah Berliana, Muhimatul Umami

Abstract


Semut Rangrang (Oechophyla smaragdina) merupakan hewan invetebrata yang termasuk kelas Insecta. Jenis semut ini hidup berkoloni dan memiliki banyak manfaat, salah satunya sebagai agen pengendali hayati pada tanaman pertanian. Budidaya semut Rangrang merupakan salah satu cara pemeliharaan yang tepat untuk meningkatkan produktivitas semut rangrang dalam jumlah banyak dan berkelanjutan. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pemanfaatan semut Rangrang berbasis indigenous knowledge masyarakat Kelurahan Tonjong Kabupaten Majalengka dalam upaya konservasi hewan berkelanjutan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif metode survei. Pengumpulan data melalui observasi dan wawancara, selanjutnya data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa masyarakat Kelurahan Tonjong memanfaatkan Semut Rangrang sebagai mata pencaharian yang memiliki nilai jual tinggi penghasil kroto untuk digunakan sebagai pakan burung dan umpan ikan. Kroto mengandung protein yang tinggi, vitamin yang lengkap serta lemak dan kalori yang rendah. Tahapan budidaya semut rangrang yang mudah dan murah dengan menghasilkan kroto yang bernilai ekonomi tinggi, sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat berbasis indigenous conservation skill yang berkelanjutan.

Full Text:

PDF

References


Adelia, Nisa. (2016). Pustakawan dan pengetahuan tradisional: studi tentang urgensi dan peran pustakawan dalam pengetahuan tradisional. Record and Library Journal. 2(1), 2242-5168

Agosti. D. Majer, D., Alonso L.E., Schultz, TR. (2000). Ants standard methods for measuring and monitoring biodiversity. Washington: Smithsonian Institution Press.

Andersen, A. N. (1997). Global Ecology of rainforest ants: functional groups in relation to enviromental stress and disturbance: In Agosti. D. Majer, D., Alonso L.E., Schultz, TR (eds.) (2000). Ants Standard Methods for Measuring and Monitoring Biodiversity. Washington: Smithsonian Institution Pre.

Anwar, M. A. (2010). Role of informationmanagement in the preservation of indigenous knowledge. Pakistan Journal of Information Management and Libraries, 11 (1)

Bharti, H., Silla, S. (2011). Note on life history of (fabricius) and its potensial as biological agent. Halteres. 3, 1-8.

Césard, N. 2004. Harvesting and commercialisation of kroto (Oecophylla smaragdina) in the malingping area, West Java, Indonesia. Forest Products, Livelihoods and Conservation: Case-Studies of Non-Timber Forest Product Systems. Volume1-Asia Edited by Koen Kusters, Brian Belcher (Ed.): 61-77.

Crozier, R. H., Newey, P.S., Schluns E. A., Robson S. K. A. (2010). A masterpiece of evolution Oecophylla weaver ants (Hymenoptera: Formicidae). Myrmecol. 13:57-71.

Falahudin, Irham. (2012). Peranan Semut rangrang (oecophylla smaragdina) dalam pengendalian biologis pada perkebunan kelapa sawit. Jurnal Annual International Conference on Islamic (AICIS XII)

Juriyanto. (2013). Untung besar budidaya kroto dengan aneka metode pengembangbiakan semut ranggang. Yogyakarta: ARASKA

Nurjanan. (2016). Produktivitas semut rangrang (Oecophylla smaragdina) pada media sarang yang berbeda. Skripsi. Institut Pertanian Bogor

Permata, D. A., Karina, A., Kusuma, L. A., Otavia, Y. (2015). ceruto (cemilan krupuk kroto) snack sehat, crispy dan lezat. Makalah. Universitas Sebelas Maret

Putranto, I. (2012). Budidaya semut kroto. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Prayoga, B. (2013). Kupas tuntas budidaya kroto cara modern. Jakarta: Penebar Swadaya.

Prayoga, B. (2014). Menjawab teka-teki beternak dan bisnis kroto. Jakarta: Penebar Swadaya.

S, Laura. (2008). Das gaheimnis der smaragdina. Jurnal Thiele Varlog

Sani, B. (2014). Panen uang dari budidaya kroto. Surabaya: Kata Pena.

Suhara. (2009). Semut rangrang (Oecophylla smaragdina). Bandung (ID): Universitas Pendidikan Indonesia.

Yusdira, A., Waldi, A. H. (2015). Budidaya kroto sistem besek. Jakarta (ID): Agro Media Pustaka.

Zakaria, B., Hasan, N., Wiji, S. B. (2014). Cara muda dan cepat agribisnis semut rangsang. Yogyakarta : Lily Publisher


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Muhammadiyah Malang, Terakreditasi A, Tersertifikasi Internasional AUN-QA