Kelimpahan dan keanekaragaman makrofauna tanah pada lahan agroforestri kopi dan perkebunan kopi di kawasan Lereng Gunung Ijen Kabupaten Bondowoso

Nasrul Anas, Wahyu Prihanta, Poncojari Wahyono

Abstract


Tujuan dari penelitian adalah untuk mengidentifikasi serta mengetahui kelimpahan dan keanekaragaman makrofauna tanah di kawasan Lereng Gunung Ijen Kabupaten Bondowoso. Penelitian dilakukan di lahan agroforestri kopi dan perkebunan kopi di kawasan Lereng Gunung Ijen Kabupaten Bondowoso pada bulan Juni 2019. Identifikasi sampel dilakukan di Laboratorium Biologi Universitas Muhammadiyah Malang. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dan pengambilan data dilakukan dengan metode Pitfall Trap dan Hand Sortir. Data selanjutnya dianalisis dengan indeks keanekaragaman, kemerataan, dan indeks nilai penting (INP). Hasil penelitian pada lahan agroforestri kopi didapatkan 10 ordo 15 famili dan 16 genus dengan jumlah individu sebanyak 173, sedangkan pada lahan perkebunan kopi didapatkan 10 ordo, 15 famili dan 15 genus dengan jumlah total sebanyak 126 individu. Indeks keanekaragaman makrofauna tanah pada lahan agroforestri di stasiun 1, stasiun 2, dan stasiun 3 memiliki nilai (H’) 1,71 – 2,67 dan termasuk dalam kategori sedang. Pada perkebunan kopi di stasiun 1 dan 2 memiliki nilai H’ dengan kategori sedang dan di stasiun 3 memiliki kategori rendah dengan nilai (H’) 0,82. Kelimpahan makrofauna tanah pada lahan agroforestri kopi sebesar 0,172, dan kelimpahan makrofauna di perkebunan kopi sebesar 0,064, sehingga dapat disimpulkan bahwa kelimpahan makrofauna tanah di agroforestri kopi lebih tinggi dibandingkan perkebunan kopi.

Full Text:

PDF

References


Aminullah, Y., Mahmudati, N., & Zaenab, S. (2015). Keanekaragaman makrofauna tanah daerah pertanian apel semi organik dan pertanian apel non organik kecamatan Bumiaji Kota Batu sebagai bahan ajar biologi. Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia, 1, 178–187.

Breure, A. M. (2004). Soil biodiversity: Measurements, Indicators, threats and soil functions. I International Conference Soil and Compost Eco-Biology Leon Spain, 83–96. https://doi.org/10.1016/B978-0-12-385026-3.00010-3

Brown, G., Pasini, A., Benito, N. P., Aquino, A. M. de, & Correia, M. E. F. (2001). Diversity and functional role of soil macrofauna comunities in Brazilian no-tillage agroecosystems: a preliminary analysis. International Symposium on Managing Biodiversity in Agricultural Ecosystems, 8–10. Retrieved from http://unu.edu/env/plec/cbd/abstracts/Brown.doc

Darmi, Yardiansyah, D., & Rizwar. (2013). Populasi Cacing Tanah Megadrilli di Lahan perkebunan Kelapa Sawit dengan Strata Umur Tegakan yang Berbeda. Prosiding Semirata FMIPA Universitas Lampung, 167–172.

Fachrul, M. F. (2012). Metode Sampling Bioekologi (Edisi ke-3). Jakarta: Bumi Aksara.

Hermawan, I. (2016). Keanekaragaman serangga tanah di perkebunan kopi PTPN XII Bangelan Kecamatan Wonoari Kabupaten Malang. Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Retrieved from http://etheses.uin-malang.ac.id/3986/1/11620047.pdf

Husamah, Rahardjanto, A., & Huda, A. M. (2017). Ekologi hewan tanah. Malang: UMM Press. Retrieved from http://eprints.umm.ac.id/36826/1/Husamah Rahardjanto Hudha - Ekologi Hewan Tanah Teori dan Praktik.pdf

Martini, E., Riyandoko, & Roshetko, J. M. (2017). Pedoman Membangun Kebun Agroforestri Kopi. Bogor: The World Agroforestry Centre (ICRAF). Retrieved from https://www.worldagroforestry.org/sites/all/modules/publication/data/softcopy/BL00059-17.pdf

Nusroh, Z. (2007). Studi diversitas makrofauna tanah di bawah beberapa tanaman palawija yang berbeda di lahan kering pada saat musim penghujan. Universitas Sebelas Maret Surakarta. Retrieved from https://digilib.uns.ac.id/dokumen/download/7585/MjAwMjE=/Studi-diversitas-makrofauna-tanah-di-bawah-beberapa-tanaman-palawija-yang-berbeda-di-lahan-kering-pada-saat-musim-penghujan-abstrak.pdf

Pertanian, D. (2017). Bondowoso republik kopi, luas lahan kopi. Retrieved October 18, 2018, from http://bondowosorepublikkopi.com/project_category/lahan/

Qifli, A. kismi M., Hairiah, K., & Suprayogo, D. (2014). Studi nitrifikasi tanah dengan penambahan seresah asal hutan alami dan agroforestri kopi. Jurnal Tanah Dan Sumberdaya Lahan, 1(2), 17–27. Retrieved from http://download.garuda.ristekdikti.go.id/article.php?article=256278&val=6937&title=STUDI NITRIFIKASI TANAH DENGAN PENAMBAHAN SERESAH ASAL HUTAN ALAMI DAN AGROFORESTRI KOPI

Rizqiyyah, N. I. (2016). Distribusi vertikal dan keanekaragaman makrofauna tanah di kawasan Dieng. Universitas Negeri Semarang. Retrieved from https://lib.unnes.ac.id/25667/1/4411412072.pdf

Sholehudin, Setiawati, tri candra, & Mandala, M. (2014). Keanekaragaman Meso-Makrofauna Tanah dan Sifat – Sifat Fisika Kimia Tanah Pada Beberapa Penggunaan Lahan di Desa Sumbermalang Kecamatan Wringin Bondowoso. Berkala Ilmiah Pertanian. Retrieved from https://repository.unej.ac.id/bitstream/handle/123456789/69530/SHOLEHUDIN.pdf?sequence=1

Sianturi, V. F., & Wachjar, A. (2016). Pengelolaan pemangkasan tanaman copi (coffea arabica L.) di kebun Blawan, Bondowoso Jawa Timur. Bul.Agrohorti, 4(3), 266–275. Retrieved from http://jurnal.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/download/14242/10599

Subandi, M. (2011). Budidaya tanaman perkebunan. Bandung: Gunung Djati Press. Retrieved from http://digilib.uinsgd.ac.id/4042/1/Digilib UIN pdf Kopi.pdf

Suwondo. (2002). Komposisi dan keanekaragaman mikroarthropoda pada tanah sebagai indikator karakteristik biologi pada tanah gambut. j.Natur Indonesia, 4(2). Retrieved from http://repository.unri.ac.id/xmlui/handle/123456789/6726

Vidya, A. O., Sugiyarto, & Sunarto. (2014). Keanekaragaman makrofauna tanah pada lahan tanaman padi dengan sistem rotasi dan monokultur di Desa Banyudono , Boyolali. Bioteknologi, 11(1), 19–22. https://doi.org/10.13057/biotek/c110104

Wahyuni, S. (2014). Inventarisasi serangga dengan menggunakan metode Pitfall trap dikawasan Arboterm Nyaru Menteng Palangkaraya. SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) PALANGKA RAYA.

Wibowo, C., & Slamet, A. (2017). Keanekaragaman makrofauna tanah pada berbagai tipe tegakan di areal bekas tambang silika di Holcim educational forest, Sukabumi, Jawa barat. Jurnal Silvikultur Tropika, 8(1), 26–34. Retrieved from http://journal.ipb.ac.id/index.php/jsilvik/article/download/16871/12269

Wulandari, S., Sugiyarto, & Wiryanto. (2007). Pengaruh keanekaragaman Mesofauna dan Makrofauna tanah terhadap dekomposisi bahan organik tanaman di bawah tegakan sengon ( Paraserianthes falcataria ). Bioteknologi, 4(1), 20–27. Retrieved from http://biosains.mipa.uns.ac.id/C/C0401/C040104.pdf


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Muhammadiyah Malang, Terakreditasi A, Tersertifikasi Internasional AUN-QA