Keanekaragaman makroinvertebrata pada kualitas riparian yang berbeda di Sumber Maron Kabupaten Malang

Nadya Rizky Nuzul Ramadhanti, Nurul Mahmudarti, Wahyu Prihanta, Fendy Hardian Permana, Ahmad Fauzi

Abstract


Makroinvertebrata ialah organisme akuatik yang berperan sebagai bioindikator kualitas perairan maupun keberadaannya sangat penting dalam rantai makanan, namun banyaknya habitat riparian yang telah berubah fungsi oleh manusia mengakibatkan hilangnya sumber makanan dan mengurangi jumlah makroinvertebrata perairan. Tujuan dari penelitian adalah menganalisis hubungan kualitas vegetasi riparian terhadap keanekaragaman makroinvertebrata. Penelitian dilakukan di aliran sungai Sumber Maron, Kabupaten Malang. Waktu penelitian selama 3 hari meliputi observasi dan pengambilan data langsung di lokasi menggunakan plot kuadrat (10x10 meter  dan 1x1 meter) untuk vegetasi riparian dan plot sepanjang 10 meter untuk pengambilan makroinvertebrata kemudian di identifikasi dan dihitung indeks biologisnya. Penelitian ini terdiri dari 3 stasiun dengan masing-masing ulangan 3 kali pada setiap sisi kanan dan kiri. Hasil dinilai berdasarkan indeks keanekaragaman makroinvertebrata dan nilai kualitas riparian. Teknik analisis data menggunakan Principal Component Analysis (PCA). Hasil menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara kualitas vegetasi riparian terhadap tingkat keanekaragaman makroinvertebrata. Keanekaragaman makroinvertebrata tertinggi pada stasiun 1 di mana tidak terdapat aktivitas manusia dalam penggunaan lahan riparian sehingga memiliki nilai kualitas vegetasi riparian terkategori baik, sedangkan stasiun yang memiliki keanekaragaman makroinvertebrata terrendah pada stasiun 2 terdapat aktivitas berupa pemukiman warga mengakibatkan hilangnya wilayah riparian sehingga nilai kualitas riparian terkategori sangat buruk.

Full Text:

PDF

References


Bennett, S. J., & Simon, A. (2009). Riparian vegetation and riparian vegetation and fluvial geomorphology. Washington: AGU Books Board.

Bental, W. P., Siahaan, R., & Maabuat, P. V. (2017). Keanekaragaman vegetasi riparian sungai polimaan, minahasa selatan – sulawesi utara (riparian vegetation diversity of polimaan river, south minahasa- sulawesi utara). JURNAL BIOSLOGOS, 7(1), 28–31. Retrieved from https://ejournal.unsrat. ac.id/index.php/bioslogos/article/view/16254

Corbacho, C., Sánchez, J. M., & Costillo, E. (2009). Patterns of structural complexity and human disturbance of riparian vegetation in agricultural landscapes of a mediterranean area. Elsevier, 95, 495–507. https://doi.org/10.1016/S0167-8809(02)00218-9

Diantari, N. putu R., Ahyadi, H., Rohyani, I. S., & Suana, I. W. (2017). Keanekaragaman serangga ephemeroptera , plecoptera , dan trichoptera sebagai bioindikator kualitas perairan di sungai bangkok , nusa tenggara barat. Jurnal Entomologi Indonesia, 14(3), 135–142. https://doi.org/10.5994/jei.14.3.135

Effendi, H. (2003). Telaah kualitas air. yogyakarta: Kanisius.

Everett, R. A., & Ruiz, G. M. (1992). Coarse woody debris as a refuge from predation in aquatic communities an experimental test. Journal Oecologia, (1972). Retrieved from https://www.ncbi.nlm. nih.gov/pubmed/28313814

Fu, B., Li, Y., Wang, Y., Campbell, A., Zhang, B., & Shubai, Y. (2017). Evaluation of riparian condition of songhua river by integration of remote sensing and field measurements. Scientific Reports, 7, 1–16. https://doi.org/10.1038/s41598-017-02772-3

Furaidah, Z., & Retnaningdyah, C. (2013). Perbandingan kualitas air irigasi di pertanian organik dan anorganik berdasarkan sifat fisiko-kimia dan makroinvertebrata bentos (studi kasus di desa sumber ngepoh, lawang kabupaten malang). Jurnal Biotropika, 1(4), 154–159.

Hauer, F. R., & Lamberti, G. A. (2007). Methods in stream ecology. London: Elsevier Inc. Retrieved from https://www.elsevier.com/books/methods-in-stream-ecology/hauer/978-0-12-416558-8

Ji, Z.-G. (2009). Hydrodynamics and water quality modeling rivers, lakes, and estuaries. New Jersey: a john wiley & sons, inc.

Leatemia, S. P. O., Wanggai, E. C., & Selfanie Talakua. (2016). Kelimpahan dan keanekaragaman makroavertebrata air pada kerapatan vegetasi riparian yang berbeda di sungai aimasi kabupaten manokwari. The Journal of Fisheries Development, 3(1), 25–38. Retrieved from www.jurnal.uniyap.ac.id

Magurran, A. E. (2009). Measuring biological diversity. Carlton: Blackwell Science Ltd. Retrieved from https://www2.ib.unicamp.br

Malason, G. P. (1993). Riparian landscapes. New York: Cambridge University Press.

Mitsch, W. J., & Gosselink, J. G. (2015). Wetlands (Fifth Edit). Canada: JohnWiley & Sons, Inc., Hoboken, New Jersey. Published. Retrieved from https://www.amazon.com/Wetlands-William-J-Mitsch/dp/1118676823/ref=sr_1_1?keywords=wetland+gosselink&qid=1556466259&s=gateway&sr=8-1

Munne, A., Prat, N., Sola, C., Bonada, N., & Rieradevall, M. (2009). A simple field method for assessing the ecological quality of riparian habitat in rivers and streams: QBR index. Journal AQUATIC CONSERVATION: MARINE AND FRESHWATER ECOSYSTEMS, 13(January), 147–163. https://doi.org/10.1002/aqc.529

Naiman, R. J., Décamps, H., & McClain, M. E. (2009). Riparia ecology, conservation, and management of streamside communities. San Diego: Elsevier Inc.

Paramitha, I. G. A. A. P., & Kurniawan, R. (2017). Komposisi tumbuhan air dan tumbuhan riparian di danau sentani , provinsi papua. Oseanologi Dan Limnologi Di Indonesia, 2(October 2014), 33–48. Retrieved from https://jurnal-oldi.or.id

Poedjiraharjoe, E., Marsono, D., & Wardhani, F. K. (2016). Penggunaan principal component analysis dalam distribusi spasial vegetasi mangrove di pantai utara pemalang. Jurnali Ilmu Kehutanan, 29–42.

Rachmawati, ekki totilisa, & Retnaningdyah, C. (2015). Karakteristik vegetasi riparian dan interaksinya dengan kualitas air mata air sumber awan serta salurannya di kecamatan singosari malang. Biotropika, 2(January 2014), 136–141.

Rahmawati, N. N., & Retnaningdyah, C. (2015). Struktur komunitas makroinvertebrata bentos di saluran mata air nyolo desa ngenep kecamatan karangploso kabupaten malang. Jurnal Biotropika, 3(1), 21–26.

Rasmiati, E., Nedi, S., & Amin, B. (2017). Analisis kandungan bahan organik total dan kelimpahan fitoplankton di perairan muara sungai dumai provinsi riau. UnRi, 4.

Ridwan, M., Fathoni, R., Fatihah, I., & Pangestu, D. A. (2016). Struktur komunitas makrozoobenthos di empat muara sungai cagar alam pulau dua, serang, banten. Al-Kauniyah Jurnal Biologi, 9(1), 57–65. Retrieved from http://journal.uinjkt.ac.id/index.php/kauniyah%0ASTRUKTUR

Rosalina, F., & Maipauw, N. J. (2019). Sifat kimia tanah pada beberapa tipe vegetasi. Median, 11(1968), 1–9. https://doi.org/http://doi.org/md.v11i1.423

Rosyad, F., & Lelono, D. (2016). Klasifikasi kemurnian daging sapi berbasis electronic nose dengan metode principal component analysis. Jurnal EJEIS, 6(1), 47–58.

Rustiasih, E., Arthana, I. W., & Sari, A. H. W. (2018). Keanekaragaman dan kelimpahan makroinvertebrata sebagai biomonitoring kualitas perairan tukad badung, bali. Journal Current Trends in Aquatic Science, 23, 16–23. Retrieved from https://ojs.unud.ac.id/index.php/CTAS/article/view/41976/27770

Sakio, H., & Tamura, T. (2010). Ecology of riparian forests in japan disturbance , life history , and regeneration. Niigata: Springer.

Saputro, U. E. (2015). Air minum peroksigen melalui oksigenasi air, (December), 0–12.

Sirombra, M. G., & Mesa, L. M. (2012). A method for assessing the ecological quality of riparian forests in subtropical andean streams: qbry index. Elsevier, 20, 324–331. https://doi.org/10.1016/ j.ecolind.2012.02.021

Sudjana, N. (2011). Sudjana,2011. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Wohl, E. E. (2009). Inland flood hazards: human, riparian, and aquatic communities. New York: Cambridge University Press.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Muhammadiyah Malang, Terakreditasi A, Tersertifikasi Internasional AUN-QA