Konservasi tanaman matoa (Pometia pinnata Forst) menurut tradisi Suku Kurudu Di Pulau Kurudu Kabupaten Kepulauan Yapen-Papua

Moses Gotlief Rumperiai

Abstract


Salah satu keanekaragaman hayati flora Papua adalah tanaman matoa (Pometia pinnata Forst.). Saat ini muncul keprihatinan tentang berkurangnya bahkan musnahnya plasma nutfah tanaman matoa di Papua. Salah satu penyebab kelangkaan tanaman matoa adalah pola pengambilan buah matoa atau panen buah matoa dengan cara memotong cabang-cabangnya bahkan menebang pohonnya. Untuk mencegah kepunahan tanaman matoa, diperlukan upaya konservasi tanaman matoa. Jauh sebelum konservasi sumber daya alam hayati (KSDAH) dipelajari atau diaplikasikan sebagai ilmu pengetahuan moderen, leluhur suku Kurudu di Pulau Kurudu Kabupaten Kepulauan Yapen Provinsi Papua telah memberlakukan tradisi spesifik tentang perlindungan dan pelestarian tanaman matoa. Tradisi ini menjadi faktor utama yang membedakan kualitas buah matoa kurudu dengan buah matoa lainnya di seluruh kawasan Papua maupun di luar Papua. Bagaimana tradisi suku Kurudu tersebut ? Tulisan ini mengulas tentang konservasi tanaman matoa menurut tradisi suku Kurudu, termasuk ancaman budaya asing terhadap pergeseran nilai-nilai luhur dalam tradisi ini. Diharapkan melalui tulisan ini setiap pihak yang berkompeten dapat memelihara tradisi suku Kurudu demi konservasi tanaman matoa di Pulau Kurudu.

Full Text:

PDF

References


Arisoy Henky. 2009. Pengajaran Bahasa Kurudu untuk pemula. Buku 2. Jayapura.

Arisoy Henky. 2008. Tokopi dan Mampuri Tonggak-Tonggak Perjalanan Orang Kurudu. Jayapura.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Kepulauan Yapen. 2018. Distrik Pulau Kurudu dalam angka 2018. BPS Kabupaten Kepulauan Yapen.

Hidayah, Z. 2015. Ensiklopedi suku bangsa di Indonesia. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Isir Robert. 2009. syukur bagimu tuhan kau b’rikan Tanahku Papua (makna hari raya pondok daun kristen sion dan hari raya syukuran bumi papua untuk membangun papua emas) aktualisasi visi pastor i.s kijne tentang kota emas. Jayapura : Komite Jaringan Doa Sahabat Papua.

Limbongan J, Hayati Lakui dan Louw J. 2004. Program penelitian dan pengkajian sagu berwawasan agribisnis dan ketahanan pangan di Papua. Prosiding Lokakarya Nasional Pendayagunaan Pangan Spesifik Lokal Papua. Kerjasama UNIPA dan Pemprov Papua, Jayapura, 2-4 Desember 2003.

Pemerintah Provinsi Papua. 2008. Nama dan Koordinat pulau-pulau kecil di Propinsi Papua. Jayapura : Biro Tata Pemerintahan, Sekretaris Daerah Provinsi Papua.

Rumperyai Z. 2010. Sai antaun ritual on kurudu people. Jayapura: Universitas Cenderawasih.

Zurriyati, Y. dan Dahono. 2016. Keragaman sumber daya genetik tanaman buah-buahan eksotik di Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau.Buletin Plasma Nutfah. Volume 22 No. 1. Juni 2019.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Muhammadiyah Malang, Terakreditasi A, Tersertifikasi Internasional AUN-QA