Studi kualitas perairan berdasarkan parameter biologi, fisika, dan kimia di aliran mata air Sumber Maron Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang (Sebagai sumber belajar biologi)

Lintang Zaine Alfiani, Roimil Latifa, Atok Miftachul Hudha, Eko Susetyarini, H. Husamah

Abstract


Cirebon merupakan salah satu kota penghasil udang windu yang cukup tinggi di Indonesia. Berbagai olahan berbahan dasar udang banyak dilakukan masyarakat, salah satunya adalah rengginang udang khas Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas perairan berdasarkan parameter biologi, fisika, dan kimia perairan di aliran mata air Sumber Maron Kecamatan Pagelaran, Malang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Data hasil parameter biologi didapatkan dari hasil perhitugan nilai klorofil-a sebesar 0,796 mg/L. Data parameter fisika dan kimia perairan meliputi pH sebesar 7, 28, suhu sebesar 28,20C, kuat arus sebesar 0,55 m/s, intensitas cahaya sebesar 3 m-1, DO sebesar 5,5 ppm, dan BOD sebesar 12,29 ppm. Kualitas perairan di aliran mata air Sumber Maron Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang tergolong dalam kondisi normal atau baik. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar biologi pada KD 3.10 menganalisis data perubahan lingkungan, penyebab, serta dampak dari perubahan tersebut terhadap lingkungan SMA kelas X semester genap.

Full Text:

PDF

References


Arifin, R. (2009). Distribusi spasial dan temporal biomassa fitoplankton (klorofil-a) dan keterkaitannya dengan kesuburan perairan estuari sungai brantas, jawa timur (Institut pertanian bogor). Retrieved from https://docplayer.info/

Barus, T. A., Sinaga, S. S., & Tarigan, R. (2008). Produktivitas primer fitoplankton dan hubungannya dengan faktor fisik-kimia air di perairan parapat, danau toba. Jurnal Biologi Sumatera, 3(1), 11–16. Retrieved from http://repository.usu.ac.id/

Dharmawibawa, Iwan D., Hunaepi, & Fitriani, H. (2014). Analisis kualitas air sungai Ancar dalam upaya bioremidiasi perairan. Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran, 2(2), 101-120. Retrived from http://media.neliti.com/

Hidayah, G., Wulandari, S. Y., & Zainuri, M. (2016). Studi sebaran klorofil-a secara horizontal di perairan muara sungai Silugonggo Kecamatan Batangan, Pati. Buletin Oseanografi Marina, 5(1), 52–59. Retrieved from https://ejournal.undip.ac.id/

Jalaluddin, Akmal, N., & Azwir. (2014). Inventarisasi fitoplankton di perairan bendungan beurayeun kecamatan leupung kabupaten aceh besar. Serambi Saintia, II(2), 119–124. Retrieved from http://download.garuda.ristekdikti.go.id/

Khairul. (2017). Studi faktor fisika kimia perairan terhadap biota akuatik di ekosistem sungai Belawan. Prosiding Seminar Nasional Multidisiplim Ilmu UNA. 1132-1140. Retrived from http://osf.oi/

Linus, Y., Salwiyah, & Irawati, N. (2016). Status kesuburan perairan berdasarkan kandungan klorofil- a di Perairan Bungkutoko Kota Kendari Status Prosperity waters based on contens clorofil- a in Bungkutoko waters Kendari City. Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan, 2(1), 101–111. Retrieved from http://ojs.uho.ac.id/

Mushthofa, A., Muskananfola, M. R., & Rudiyanti, S. (2014). Analisis struktur komunitas makrozoobenthos sebagai bioindikator kualitas perairan Sungai Wedung Kabupaten Demak. Diponegoro Journal of Marquares, 3(1), 81–88. Retrieved from http://ejournal-s1.undip.ac.id/

N., A. R. K., Sari, S. G., & Rahmayanti, B. (2015). Kualitas air berdasarkan uji kandungan klorofil-a di sungai tutupan Kec . Juai Kabupaten Balangan. Jurnal Ilmiah Penelitian Dan Pembelajaran Fisika, 1(1), 1–15. Retrieved from https://www.researchgate.net

Nasprianto, Maria, D., Mantiri, H., Kepel, T. L., Ati, R. N. A., & Hutabean, A. (2016). Distribusi karbon di beberapa perairan Sulawesi Utara. J. Manusia Dan Lingkungan, 23(1), 34–41. Retrieved from https://media.neliti.com

Nontji, A. (2008). Plankton laut (N. Supriyanti, Ed.). Jakarta: LIPI Press. Retrieved from https://books.google.ac.id/

Pancawati, D. N., Purnomo, P. W., Studi, P., Sumberdaya, M., Perikanan, J., & Diponegoro, U. (2014). Karakteristik fisika kimia perairan habitat bivalvia di Sungai Wiso Jepara. Diponegoro Journal of Maquares, 3(4), 141–146. Retrieved from http://ejournal-s1.undip.ac.id/

Paramitha, A., Utomo, B., & Desrita. (2014). Studi klorofil-a di kawasan perairan belawan Sumatera Utara. Jurnal Aquacoastmarinea, 3(2), 106–119. Retrieved from https://jurnal.usu.ac.id/

PerMNLH No. 28 (2009). Daya tampung beban pencemaran air danau dan/atau waduk. Retrieved from http://citarum.org/

PerMNLH No. 82. (2001). Pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air. Retrived from http://web.ipb.ac.id/

Rahman, A. (2010). Penentuan status trofik Waduk Koto Panjang Propinsi Riau berdasarkan kandungan klorofil-a dan eberapa parameter lingkungan (Institut Pertanian Bogor). Retrieved from https://repository.ipb.ac.id/

Salim, D., Yuliyanto, & Baharuddin. (2017). Karakteristik parameter oseanografi fisika-kimia perairan Pulau Kerumputan Kabupaten Kotabaru KalimantanSelatan. Jurnal Enggano, 2(2), 218–228. Retrieved from http://ejournal.unib.ac.id

Warsa, A., & Purnomo, K. (2011). Efisiensi pemanfaatan energi cahaya matahari oleh fitoplankton dalam proses fotosintesis di Waduk Malahayu. Bawal, 3(5), 311–319. Retrieved from http://ejournal-balitbang.kkp.go.id


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Muhammadiyah Malang, Terakreditasi A, Tersertifikasi Internasional AUN-QA