Kerupuk lemi Portunus pelagicus sebagai solusi pengelolaan limbah rajungan di wilayah Cirebon

Ajeng Mudaningrat, Khoirul Ramdan, Messyfa Salsabila, Siti Aisyah, Muhimatul Umami

Abstract


Cirebon merupakan salah satu kota penghasil rajungan (Portunus pelagicus) di Indonesia. Peningkatan jumlah produksi pengelolaan rajungan (Portunus pelagicus) berpengaruh terhadap jumlah limbah yang dihasilkan. Salah satunya adalah lemi rajungan. Wilayah Cirebon terutama di Desa Gebang salah satu penghasil limbah lemi rajungan (Portunus pelagicus) yang cukup banyak, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan limbah rajungan (Portunus pelagicus)  dalam upaya konservasi lingkungan berkelanjutan yang dilakukan masyarakat dan mengetahui proses pemanfaatan limbah lemi rajungan (Portunus pelagicus) menjadi produk yang bernilai ekonomi dan gizi yang cukup tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif metode survei. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi literatur, selanjutnya data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Gebang melakukan pengelolaan limbah lemi rajugan (Portunus pelagicus)  sebagai bahan pembuatan kerupuk. Selain gurih, kerupuk lemi rajungan juga memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi sehingga dapat digunakan sebagai alternatif gizi masyarakat. Adanya pemanfaatan lemi rajungan menjadi kerupuk juga mampu mengurangi pencemaran lingkungan terutama lingkungan perairan sehingga menjadi lebih bersih dan sehat. Dengan demikian, adanya kerupuk Portunus pelagicus mampu meningkatkan perekonomian masyarakat yang berbasis konservasi lingkungan di wilayah Cirebon.

Full Text:

PDF

References


Anggo, A. D., & Romadhon, R. (2006). Pemanfaatan telur rajungan (portunus pelagicus) dalam pembuatan akso sebagai alternatif gizi masyarakat Hal. 5-7. Pada tanggal 29 Oktober2006.

Ernawati, T., Boer, M., & Yonvitner, Y. (2015). Biologi Populasi rajungan (Portunus pelagicus) di Perairan Sekitar Wilayah Pati Jawa Tengah. Bawal Widya Riset Perikanan Tangkap. 6(1), 31-40.

Hariyani, M. P., & Nunuk, I. (2018). Kerupuk lemi bebas boraks kajian dari dosis natrium tripolyphosfat yang berbeda. Hal 4-11. Pada tanggal 23 Juli 2018.

Hastuti, S., Arifin, S., & Hidayati, D. (2012). Pemanfaatan limbah cangkang rajungan (Portunus pelagicus) sebagai Perisa Makanan Alami. Argointek: Jurnal Teknologi Industri Pertanian, 6(2), 88-96.

Rizal, A., Gumilar, I., Lestari, L., & Jatinangor, S. Tipologi sektor perikanan dan disparitas pendapatan di kabupaten cirebon (typology of fisheries sector and income disparities at Cirebon regency). Jurnal Perikanan dan Kelautan p-ISSN, 2089,3469.

Roza, Y. (2011). Tingkah laku reproduksi rajungan (Portunus pelagicus Linnaeus, 1758) secara Terkontrol. (Doctoral dissertation, Universitas Andalas).

Santoso, D., & Raksun, A. (2016). Karakteristik bioteknologi rajungan (Portunus pelagicus) di Perairan Dusun Ujung Lombok Timur. Jurnal Biologi Tropis, 16(2).

Zainudin, M. & Jumiati. (2019). Analisis Good Manufacturing Practice (GMP) dan mutu daging rajungan pada miniplant pengupasan di Kabupatenn Tuban. Pena Akuatika: Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan, 18(1).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Muhammadiyah Malang, Terakreditasi A, Tersertifikasi Internasional AUN-QA