Analisis faktor dominan penggunaan jamu cekok pada masyarakat pedesaan di Kecamatan Pakong Pamekasan Jawa Timur (Dikembangkan sebagai sumber belajar biologi)

Auni Rahmatika, M. Agus Krisno Budiyanto, Iin Hindun, Samsun Hadi, Ahmad Fauzi

Abstract


Tujuan dari penelitian adalah untuk untuk mengetahui faktor dominan dalam penggunaan jamu cekok pada masyarakat pedesaan di Kecamatan Pakong, Pamekasan, Jawa Timur dan mengetahui hasil kajian pemanfaatan hasil penelitian faktor dominan penggunaan jamu cekok sebagai sumber belajar biologi. Pengambilan data melalui pengisian angket kepada 133 responden pengguna jamu di Desa Klompang Timur, Pakong, Pamekasan. Penelitian ini menggunakan kuisioner angket sebagai alat pengumpulan data. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji regresi linear berganda. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa faktor dominan penggunaan jamu cekok pada masyarakat pedesaan yaitu faktor ekonomi yang disusul oleh faktor budaya, faktor medis, dan faktor pengetahuan dan dimanfaatkan sebagai sumber belajar biologi dalam bentuk pengalaman pemecahan masalah biologi melalui metode ilmiah SMA kelas X semester ganjil yaitu pada materi “Ruang Lingkup Biologi”. Berdasarkan pengaruh bersamaan antara penggunaan jamu dan faktor yang mempengaruhi diperoleh hasil sebesar 72,3, sedangkan pengaruh terpisah antar variabel diperoleh hasil perhitungan distribusi efektif menunjukkan hasil pada faktor ekonomi sebesar 23,58, faktor budaya sebesar 19,85, faktor medis sebesar 14,99, dan faktor pengetahuan sebesar 13,91 sedangkan hasil perhitungan distribusi relative diperoleh hasil pada faktor ekonomi sebesar 0,33, faktor budaya sebesar 0,27, faktor medis sebesar 0,21, dan faktor pengetahuan sebesar 0,19.

Full Text:

PDF

References


Aditama, T. Y. (2014). Jamu dan kesehatan (Pertama). Jakarta: Lembaga Penerbit Balitbangkes (LPB).

Ismail. (2015). Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Masyarakat Memilih Obat Tradisional di Gampong Lam Ujong. Idea Nursing Journal, VI(1), 7–14. Retrieved from http://jurnal.unsyiah.ac.id/INJ/article/view/6632

Liana, Y. (2017). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi keluarga dalam penggunaan obat tradisional sebagai swamedikasi di Desa Tuguharum Kecamatan Madang Raya. JKK, 4(3), 121–128. Retrieved from https://ejournal.unsri.ac.id

Limananti, A. I., & Triratnawati, A. (2003). Ramuan Jamu Cekok Sebagai Penyembuhan Kurang Nafsu Makan pada Anak: Suatu Kajian etnomedisin. Makara Kesehatan, 7(1), 11–20. Retrieved from https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/kemas/article/view/3522

Kementerian Kesehatan Indonesia. (2010). Profil Kesehatan Indonesia, Jakarta: Kementerian Kesehatan RI

Marni, & Ambarwati, R. (2015). Khasiat Jamu Cekok terhadap Peningkatan Berat Badan Pada Anak. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11(01), 102–111. Retrieved from http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/kemas

Maryani, H., Kristiana, L., & Lestari, W. (2016). Faktor dalam Pengambilan Keputusan Pembelian Jamu Saintifik. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 19(April), 200–210. Retrieved from http://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/hsr/article/view/6327

Mudjijono, Herawati, I., Munawaroh, S., & Sukari. (2014). Kearifan Lokal Orang Madura Tentang Jamu Untuk Kesehatan Ibu dan Anak (Pertama 20). Yogyakarta: Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB). Retrieved from https://books.google.co.id/books?id=WpBjrgEACAAJ&dq=Kearifan+Lokal+Orang+Madura+Tentang+Jamu+Untuk+Kesehatan+Ibu+dan+Anak.&hl=id&sa=X&ved=0ahUKEwjuvuTqv7LlAhXWSH0KHRAZBIgQ6AEIKTAA

Ningsih, I. Y. (2016). Studi Etnofarmasi Penggunaan Tumbuhan Obat Oleh Suku Tengger Di Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa timur. Pharmacy, 13(01), 10–20. Retrieved from http://jurnalnasional.ump.ac.id/index.php/PHARMACY/article/view/885

Nurlaili, S. (2011). Jamu Madura : Eksistensi, Ekspektasi Dan Realitas Pengembangannya Dalam Perspektif Produsen Dan Konsumen. Jurnal Pertanian. Retrieved from http://ejournal.unira.ac.id/index.php/jurnal_peternakan_maduranch/article/view/236

Suharmiati. (2003). Menguak Tabir dan Potensi Jamu Gendong. Jakarta: Agromedia Pustaka. Retrieved from https://books.google.co.id/books?id=N2Jm7ynS_kwC&lpg=PP1&dq=Menguak Tabir dan Potensi Jamu Gendong.&hl=id&pg=PP1#v=onepage&q=Menguak Tabir dan Potensi Jamu Gendong.&f=false

Supardi, S., Sarjaini, J., & Loupatty, A. M. (2003). Beberapa Faktor Yang Berhubungan Dengan Penggunaan Obat Tradisional Dalam Pengobatan Sendiri Di Indonesia. Buletin Penelitian Kesehatan, 31(1), 25–32. Retrieved from https://www.neliti.com/id/publications/65801/beberapa-faktor-yang-berhubungan-dengan-penggunaan-obat-tradisional-dalam-pengob

Wulandari, A., Sari, R. D. P., Dan, K., Kandungan, P., Kedokteran, F., & Lampung, U. (2018). Pengaruh Pemberian Ekstrak Kunyit ( Curcuma longa linn ) dalam Mengatasi Dismenorea. Majority, 7(2), 193–197. Retrieved from http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/majority/article/view/1874


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Muhammadiyah Malang, Terakreditasi A, Tersertifikasi Internasional AUN-QA