Pengaruh pemberian air infus buah okra (Abelmoschus esculentus) dengan frekuensi yang berbeda terhadap kadar gula darah tikus putih (Rattus norvegicus) hiperglikemia

Siti Zaenab

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penggunaan air infus buah okra (Abelmoschus esculentus) dengan frekuensi pemberian yang berbeda dapat menurunkan kadar gula darah tikus putih (Rattus norvegicus) hiperglikemia, dan untuk mengetahui pemberian air infus buah okra dengan frekuensi berapa yang dapat menurunkan kadar gula darah tikus putih tetinggi. Jenis penelitian ini adalah true experimental,  terdiri dari 5 kelompok perlakuan, yaitu P0-: kontrol negatif, P0+: kontrol positif, P1: pemberian air infus buah okra sebanyak 6 ml/ hari diberikan satu kali, P2: pemberian air infus buah okra sebanyak 6 ml/ hari diberikan dalam frekuensi 2 kali, dan P3: pemberian air infus buah okra sebanyak 6 ml/ hari diberikan dalam frekuensi 3 kali sehari. Masing-masing kelompok terdiri dari 5 kali ulangan. Penelitian dilaksanakan di laboratorium Kimia Universitas Muhammadiyah Malang, pada bulan Pebruari sampai Juni 2018. Metode pengumpulan data dengan mengukur kadar gula darah tikus putih yang sudah diberi perlakuan, kemudian dianalisis menggunakan SPSS. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh frekuensi pemberian air infus buah okra terhadap penurunan kadar gula darah tikus putih (hiperglikemia. Perlakuan P2 yaitu kelompok tikus hiperglikemia yang diberi air infus buah okra dengan dosis 6 ml/ekor/hari, diberikan 2 kali sehari di pagi dan sore hari dan P3 yaitu kelompok tikus hiperglikemia yang diberi air infus buah okra dengan dosis 6 ml/ekor/hari, diberikan 3 kali sehari di pagi, siang dan sore hari adalah perlakuan terbaik karena memiliki notasi yang sama dengan P0 (kontrol negatif) atau kelompok tikus yang tidak diberi air infus buah okra dan tidak diberi aloksan. Pemberian air infus buah okra dengan dosis 6 ml/ekor yang diberikan 2 kali di pagi hari dan sore hari atau 3 kali (pagi, siang dan sore) berpengaruh terhadap penurunan kadar gula darah tikus putih hiperglikemia.

Full Text:

PDF

References


Ajizah, P. R. 2017. Pemberian Ekstrak Kering Buah Okra (Abelmoschus esculentus) Memperbaiki Glukosa Darah Sewaktu Dan Indeks Apoptosis Sel Jantung Pada Tikus Sprague dawley yang Mengalami Diabetes Karena Induksi Streptozotosin. Jakarta: Program Studi Kedokteran Dan Profesi Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Anjani, P. P. 2018. Potensi Antidiabetes Ekstrak Okra Ungu (Abelmoschus esculentus L.) Pada Tikus Model Diabetes yang Diinduksi Streptozotocin. Tesis. Bogor: Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.

Astati & Kasmawati. 2017. Pengaruh Tepung Okra Terhadap Berat Badan Tikus Wistar Diabetes. J. Sains dan Teknologi Pangan, 2(1), 335 - 341

Colby, D.S. 1999. Ringkasan Biokimia Harper. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta.

Departemen Kesehatan RI. 2005. Jumlah penderita diabetes Indonesia ranking ke-4 di dunia. Berita Dep. Kes. RI. 5 September 2005.

Desthia, U. Mita. 2015. Uji Aktivitas Hipoglikemik Ekstrak Etanol Daun, Buah Dan Kombinasinya Dari Okra (Abelmoschus Esculentus (L.) Moench) Pada Mencit Jantan Swiss Webster Dengan Metode Toleransi Glukosa Oral. Laporan Penelitian. Bandung: Program Studi Farmasi.

Eger, et. al. 1976. Pleurotus ostreatus — breeding potential of a new cultivated mushroom.Theoretical and Applied Genetics 47: 155-163.).

Fahmi, N. 2018. Analisis Kadar Kalsium, Kalium dan Magnesium Pada Okra (Abelmoschus esculentus (L.) Moench) Secara Spektrofotometri Serapan Atom. Skripsi. Medan: Program Studi Ekstensi Sarjana Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara.

Heather, R et al. 2001. The effect of flexible low glycemic index dietary advice versus measured carbohydrate exchange diets on glycemic control in children with type 1 diabetes. Diab Care Vol. 24:1137-1143.

Hidayat. 2009. 11% Penduduk Indonesia Berisiko Diabetes . Republika Edisi November 15th, 2009

Laboratorium klinik Prodia. 2002. Diabetes Mellitus Bagaimana Mengelola dan Mengendalikannya. Jakarta: Informasi Terkini

Marks, Dawn B et al. 2000. Biokimia Kedokteran Dasa Sebagai Pendekatan Klinis. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran.

Nogrady, Thomas. 2002. Kimia Medisinal. ITB. Bandung.

Nurfatwa, M. 2018. Uji Toksisitas Akut Ekstrak Buah Okra (Abelmoschus esculatus l. Moench) Terhadap Parameter Kadar SGOT dan SGPT Serta Histopatologi Hepar Tikus Galur Wistar. Journal of Pharmacopolium, 1(2), 88-93

Nurjannah, A. 2010. Uji efektivitas penurunan kadar glukosa darah seduhan gabungan teh-hitam dan teh hijau pada mencit (Mus musculus) dengan induksi aloksan. Skripsi sarjana S1 pada FIKES UNAIM.

Pambayun, R. 1997. Khasiat Tempe Bagi Penurunan Gula Darah. Republika Edisi 19 Maret 1997.

Prakoso, L. B. A., Mambo, C., & Wowor, M. P. 2016. Uji efek ekstrak buah okra (Abelmoschus esculentus) terhadap kadar glukosa darah pada tikus wistar (Rattus norvegicus) yang diinduksi aloksan. Jurnal e-Biomedik (eBm), 4(2), 1-5.

Safitri, N. 2015. Uji Potensi Anti Diabetes Ekstrak Etanol Buah Okra (Abemoschus esculentus L.) pada Mencit Putih Jantan (Mus musculus) yang di Induksi Glukosa. Skripsi. Makasar: UIN Allauddin Makasar.

Sidartawan Soegondo, Kartini Sukardji. 2008. Diabetes Melitus, Kencing Manis, Sakit Gula. FKUI: Jakarta.

Shadine, Mahannad. 2010. Mengenal Penyakit Hipertensi, Diabetes, Struk dan Serangan Jantung. Surabaya: Keen Book.

Siswono. 2005. Jumlah Pengidap Diabetes di Indonesia Peringkat Keenam. Suara Pembaruan Edisi Selasa, 11 Januari, 2005

Suhardi. 1995. Manfaat olahraga aerobik bagi Penderita Penyakit Diabetes Mellitus. Makalah Disajikan dalam Seminar Regional Dosen Kopertis di UNIKAL Pekalongan. Pekalongan, 15 Juli

Sumarmi. 2006. Botani dan tinjauan gizi jamur tiram putih. Jurnal Inovasi Pertanian 4(2),124-130.).

Syamsuni. 2006. Bentuk Sediaan Obat. Surabaya. Apollo Press

Suyono, S. 2009. Penatalaksanaan Diabetes Melitus Terpadu edisi kedua tahun 2009. Bagian I

Wild S, Roglic G, Green A, Sicree R, King H. 2004. Global Prevalence of Diabetes: Estimates for the year 2000 and projections for 2030. Diabetes Care. 2004; 27: 1047-1053.

World Health Organization. 2006. Definition and diagnosis of diabetes mellitus and intermediate hyperglycemia: report of a WHO/IDF consultation. WHO Document Production Services, Geneva, Switzerland.

Zaenab, S. 2017. Penggunaan Berbagai Dosis Infus Buah Okra (Abelmoschus esculentus) untuk Penurunan Kadar Gula Darah Tikus Putih (Rattus norvegicus) Hiperglikemia. Prosiding SENASPRO 2017: Seminar Nasional dan Gelar Produk, 1229-1239.

Zariah, Vina Elmi. 2017. Pengaruh berbagai dosis lendir buah okra (Abelmoschus esculantus) terhadap penurunan kadar glukosa pada tikus (Rattus norvergicus) sebagai sumber belajar biologi. Skripsi. Malang: Universitas Muhammadiyah Malang


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Muhammadiyah Malang, Terakreditasi A, Tersertifikasi Internasional AUN-QA