Problematika pengelolaan ekowisata Gili Iyang: Perspektif community based ecotourism

Husamah Husamah, Diani Fatmawati, Dwi Setyawan, Fuad Jaya Miharja

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika pengelolaan ekowisata gili iyang berdasarkan perspektif Community Based Ecotourism. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data yang diperoleh adalah data primer yang diperoleh melalui observasi ke lokasi dan melakukan wawancara mendalam dengan informan (Pengelola: Ketua/coordinator, wakil, anggota, pemandu; Masyarakat Lokal: Pedagang, penyedia jasa penyewaan alat/perahu, penginapan dan fasilitas lain, masyarakat sekitar daerah ekowisata; Biro perjalanan; Akademisi Perguruan tinggi lokal; regulator/pemerintah daerah/dinas) dan data sekunder yang diperoleh melalui studi literatur dan dokumen kebijakan/peraturan. Penelitian dilakukan pada bulan Januari 2018 sampai Agustus 2018. Data yang diperoleh diolah atau dianalisis dengan teknik deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan 5 prinsip Community Based Ecotourism (CBE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum 5 prinsip ekowisata berbasis masyarakat belum diupayakan secara seirus untuk diimplementasikan dalam pengelolaan ekowisata tiga gili di Sumenep dimana kondisi eksisting menunjukkan bahwa masih banyak yang sangat kurang. Beberapa kriteria pada masing-masing prinsip ada yang belum dilaksanakan (masih rendah), baru diwanakan, sedang direncanakan, dan sedang diupayakan.

Full Text:

PDF

References


Aini, N. N. & Suyanto, I. A. J. (2016). Prospek pengembangan ekowisata berbasis masyarakat di desa wisata Betisrejo Kabupaten Sragen. Naskah publikasi. Surakarta: Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid Surakarta

Anonim. (2011). Pulau Gili Labak menunggu investor. Retrieved from http://nasional.news.viva.co.id/news/read/235323pulau-gili-labak-menungguinvestor?&view=lowongan&TB_iframe=true&width= 700&height=450

Anonim. (2013). 755 Obyek wisata, Jatim tak kalah dengan Bali. Retrieved from http://kelanakota.suarasurabaya.net/news/2013/11927 7-755-Obyek-Wisata,-Jatim-Tak-Kalah-Dengan-Bali

Anonim. (2013). Yuk ke Gili Labak. Retrieved from http://www.griyawisata.com/nasional/maduraisland/artikel/yuk-ke-pulau-gilik-lebak.

BBTKLPP Surabaya. (2013). Laporan kajian kualitas lingkungan dan faktor risiko kesehatan di kawasan wisata Giliyang Kabupaten Sumenep tanggal 1-3 Mei 2013. Surabaya: Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan pengendalian Penyakit.

CIFOR. (2004). Pembangunan pariwisata berbasis masyarakat. Bogor: Center for International Forestry Research (CIFOR).

Ditjen PDP-Depbudpar dan WWF Indonesia. (2009). Prinsip dan kriteria ekowisata berbasis masyarakat. Jakarta: Kerjasama Direktorat Produk Pariwisata Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata Departemen Kebudayaan dan Pariwisata dan WWF Indonesia.

Ekayani, M., Nuva, Yasmin, R, Shaffitri, L. R., Tampubolon, B. I. (2014a). Taman nasional untuk siapa? Tantangan membangun wisata alam berbasis masyarakat di Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan, 1(1), 46-52.

Ekayani, M.,.Nuva, Yasmin, R., Sinaga, F., Maaruf, L. O. (2014b). Wisata alam Taman nasional gunung Halimun Salak: Solusi kepentingan ekologi dan ekonomi. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 19(1), 29-37.

El Sahawi, M. (2015). Partisipasi masyarakat dalam pengembangan desa wisata dan dampaknya terhadap peningkatan ekonomi masyarakat. Laporan Studi Pustaka. Bogor: Departemen Sains Komunikasi Dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor.

Haerani, H. G. (2012). Pengembangan kawasan ekowisata di Pulau Maitara Kota Tidore Kepulauan. Jurnal Plano Madani, 1(1), 39-46.

ILO. (2012). Rencana strategis pariwisata berkelanjutan dan green jobs untuk Indonesia. Jakarta: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia bekerjasama dengan International Labour Organization (ILO).

Indah, D. N. (2017). Faktor-faktor pengembangan kawasan pariwisata bahari di Gili Labak, Kabupaten Sumenep (Tugas Akhir tidak diterbitkan). Surabaya: Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Kompas. (2017, 1 Juli). Melancong ke Gili Iyang, "Pulau Awet Muda" di Sumenep. Retrieved from http://travel.kompas.com/travel-story.

Mahardinata, M. R. (2017). Menikmati senja di Pantai Sembilan Pulau Gili Genting Sumenep. Retrieved from http://www.dinata.my.id/2017/05/senja-pantai-sembilan-gili-genting-sumenep.html.

Muhsoni, F. G. & Efendy, M. (2016). Analisi daya dukung pemanfaatan pulau gili labak dengan menggunakan sistem informasi geografis. Prosiding Seminar Nasional Perikanan dan Kelautan VI, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya, Malang.

Nugraheni, E. (2002). Sistem pengelolaan ekowisata berbasis masyarakat di taman nasional (Studi kasus taman nasional Gunung Halimun) (Tesis tidak dipublikasikan). Bogor: Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

Nurhidayati, S. E. & Fandeli, C. (2012). Penerapan prinsip community based tourism (CBT) dalam pengembanganagrowisata di Kota Batu, Jawa Timur. Jejaring Administrasi Publik, 4(1), 36-46.

Panca, A. (2017). Pantai Sembilan Gili Genting Sumenep, Objek wisata asri dan ekonomis. Retrieved from https://penginapan.net/perihal/wisata/.

Panggabean, A. S., Mardlijah, S. & Pralampita, A. W. (2010). Terumbu karang buatan sebagai inovasi pengkayaan stok Napoleon wrasse di perairan pantai Gili Labak. Jakarta: Balai Riset Perikanan Laut. Badan Riset Kelautan dan Perikanan. Dewan Riset – Kementrian Ristek.

Pemkab Sumenep (2013). Potensi dan produk unggulan Jawa Timur: Kabupaten Sumenep.

Prihanta, W., Syarifuddin, A. & Zainuri, A. M. (2017). Pembentukan kawasan ekonomi melalui pengembangan ekowisata berbasis masyarakat. Jurnal Dedikasi, 14, 73-84.

Priono, Y. (2012). Pengembangan kawasan ekowisata bukit Tangkiling berbasis masyarakat. Jurnal Perspektif Arsitektur, 7(1), 51-67.

Purnamasari, A. M. (2011). Pengembangan masyarakat untuk pariwisata di kampung wisata Toddabojo Provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 22(1), 49 - 64

Rani, D. P. M. (2014). Pengembangan potensi pariwisata Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur (Studi Kasus: Pantai Lombang). Jurnal Politik Muda, 3(3), 412-421.

Reza, M. (2009). Analisis strategi pengembangan pantai lombang di Kabupaten Sumenep (Skripsi tidak diterbitkan). Bogor: Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor.

Rini, D. A. S., Pratikto, W. A. & Sambodo, K. (2015). Identifikasi potensi kawasan sumberdaya Pulau Kangean Kabupaten Sumenep Madura sebagai kawasan wisata bahari. Jurnal Kelautan, 8(2), 58-66.

Romadhon, A., Yulianda, F., Bengen, D. G. & Adrianto, L. (2013). Perencanaan pembangunan gugus Pulau Sapeken secara berkelanjutan: Penilaian daya dukung kawasan bagi pengembangan wisata. TATA LOKA, 15(3), 218-234.

Romadhon, A. (2014). Strategi konservasi pulau kecil melalui pengelolaan perikanan berkelanjutan (Studi kasus Pulau Gili Labak, Sumenep). Jurnal Kelautan, 7(2), 86-93.

Setiawan, Y. & Julistiono, E. K. (2014). Fasilitas wisata kesehatan di Pulau Gili Iyang, Madura. Jurnal eDIMENSI Arsitektur, 2(1), 174-181.

Singih, M. N. & Nirwana. (2016). Perencanaan dan pengembangan desa wisata berbasis masyarakat dengan model partisipatory rural appraisal (Studi perencanaan desa wisata Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu). Jurnal Pesona, 18(1), 1-21.

Soedigdo, D. & Priono, Y. (2013). Peran ekowisata dalam konsep pengembangan pariwisata berbasis masyarakat pada taman wisata alam (TWA) Bukit Tangkiling Kalimantan Tengah. Jurnal Perspektif Arsitektur, 8(2), 1-8.

Soetomo. (2007). Filsafat Pariwisata. Makalah disampaikan pada Pendidikan dan Pelatihan Peningkatan Mutu Tenaga Kepariwisataan 22-26 Mei 2007. Semarang: STIEPARI.

Sumaryati. (2015). Kajian potensi wisata kesehatan oksigen di Gili Iyang. Berita Dirgantara, 16(2), 83-90.

Sutanto, M. A., Riyanto, B. & Yuwono, E. C. (2013). Perancangan promosi untuk menunjang potensi wisata bahari Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Surabaya: Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Seni dan Desain, Universitas Kristen Petra.

Tanaya, D. & Rudiarto, I. (2014). Potensi pengembangan ekowisata berbasis masyarakat di kawasan Rawa Pening, Kabupaten Semarang. Jurnal Teknik PWK, 3(1), 71-81.

TIES. (2016). What is ecotourism? The International Ecotourism Society. Retrieved from https://www.ecotourism.org/.

Yustijanto, A. G., Wibowo & Aryanto, H. (2013). Perancangan buku panduan pariwisata Kabupaten Sumenep (Laporan Penelitian tidak dipublikasikan). Surabaya: Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Seni dan Desain, Universitas Kristen Petra.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Muhammadiyah Malang, Terakreditasi A, Tersertifikasi Internasional AUN-QA