Kajian awal fermentasi alkohol dengan variasi penambahan ammonium sulfat dan sukrosa dalam pembuatan vinegar nanas

Dwi Kameluh Agustina

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil penambahan sukrosa dan ammonium sulfat dalam fermentasi alkohol sebagai tahap awal pembuatan vinegar nanas. Hal ini dilakukan dengan menentukan kadar alkohol yang dihasilkan oleh sari buah nanas dari varietas Quenn dan varietas Smooth Cayenne, oleh organisme Saccharomyces cerevisiae selama 12 hari dengan 3 kali pengulangan. Variasi ammonium sulfat yang ditambahkan adalah 0,1 gr, 0,2 gr, 0,3 gr, 0,4 gr, dan 0,5 gr, dengan sukrosa 5% (b/v), 10% (b/v), 15% (b/v), dan 20% (b/v). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada sari buah nanas varietas Quenn dengan penambahan 0,3 gram ammonium sulfat dan sukrosa 15% (b/v), didapatkan kadar alkohol tertinggi adalah 8,22% (b/v), sedangkan pada sari buah nanas varietas Smooth Cayenne kadar alkohol tertinggi adalah 6,91% (b/v).

Full Text:

PDF

References


Abdillah. J., Widyawati, N., & Suprihati. (2014). Pengaruh dosis ragi dan penambahan gula terhadap kualitas gizi dan organoleptik tape biji gandum. AGRIC, 26 (1), 75-84.

Adams, M.R. (1985). Vinegar. In wood, B.J.B. (editor): Microbiology of fermented food, Volume 1. New York: Elsevier Applied Science Publishers Ltd.

Adams, R., Jhonson, R., Charles, F. & Wilcox, J.R. (1969). Laboratory experiment in organic chemistry. fifth edition. London: The Macmillan Company.

Arifwan, Erwin, Kartika R. (2016). Pembuatan bioetanol dari singkong karet (manihot glaziovii muell) dengan hidrolisis enzimatik dan difermentasi menggunakan saccharomyces cerevisiae. Jurnal Atomik, 1 (1), 10-12.

Budak, N. H., Elif, A., Atif C. S., Annel, K. G., & Zeynep B. G.S. (2014). Functional properties of vinegar. Journal of Food Science, 79(5), 757-764.

Campbell, N.A., Jane, B.R. dan Lawrence, G.M. (2002). Biologi, jilid 1. Jakarta: Erlangga.

Jhonprimen, H.S., A. Turnip, & M. H. Dahlan. (2012). Pengaruh massa ragi, jenis ragi dan waktu fermentasi pad a bioetanol dari biji durian. Jurnal Teknik Kimia, 18(2): 43-51.

Kunkee, R.E. & M.A. Amerine. (1970). Yeast technology: Yeasts in wine-making. In Rose. A.H and J.S. Harrison (editors). The yeasts. London: Academic Press.

Lin, Y. dan Tanaka, S. (2005). Ethanol fermentation from biomass resoure: current state and prospects. Appl Microbiol Biotechno, 69, 627-642.

Miranda M.J., Oliveira J. E., Batistote M., & Ernandes J.R. (2012). Evaluation of Brazilian ethanol production yeasts for maltose fermentation in media containing structurally complex nitro-gen sources. J Inst Brew, 118, 82–88.

Oura E. (1983). Reaction product of yeast fermentation. H. Dellweg (ed). Biotechnology. Volume III. New York: Academic Press.

Putri, S. A., Restuhadi, F., & Rahmayuni. (2016). Hubungan antara kadar gula reduksi, jumlah sel mikrob dan etanol dalam produksi bioetanol dari fermentasi air kelapa dengan penambahan urea. Jom FAPERTA, 3(2), 1-8.

Priasty, E. W., Hasanuddin, & Dewi, K.H. 2013. Kualitas asam cuka kelapa (Cocos nucifera L.) dengan Metode lambat (slow methods). Jurnal Agroindustri, 3(1), 1-13.

Riani, Y. A., Chairul, Wisrayetti. (2015). Pengaruh konsentrasi ammonium sulfat dan waktu pada fermentasi pulp kakao menjadi bioetanol menggunakan Saccharomyces cerevisiae. JOM F TEKNIK, 2(1), 1-5.

Rochani, A., Yuniningsih, S., Ma’sum Z. (2015). Pengaruh konsentrasi gula larutan molases terhadap kadar etanol pada proses fermentasi. Jurnal Reka Buana, 1(1), 43-48.

Simanjuntak, M., Karo-Karo, T., & Ginting, T. (2017). Pengaruh penambahan gula pasir dan lama fermentasi terhadap mutu minuman ferbeet (fermented beetroot). Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian, 5(1), 96-101.

Tjokroadikoesoemo, P.S. (1993). HFS (High Fructose Syrup) dan industri ubi kayu lainnya. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Waluyo, S. (1984). Beberapa aspek tentang pengolahan vinegar. Dewaruci Press. Jakarta.

Wang K., Mao Z., Zhang C., Zhang J., Zhang H., & Tang, L. (2012). Influence of nitrogen sources on ethanol fermentation in an integrated ethanol-methane fermentation system. Bioresour Technol, 120, 206-11.

Wardani, A. K., Nurtyastuti, F., & Pertiwi, E. (2013). produksi etanol dari tetes tebu oleh saccharomyces cerevisiae pembentuk flok (NRRL – Y 265). AGRITECH, 3(2), 131-139.

Widayanti, N. P., Rita, W. S., & Ciawi, Y. (2013). Pengaruh Konsentrasi Ammonium sulfat ((nh4)2so4) sebagai sumber nitrogen terhadap produksi bioetanol berbahan baku Glacilaria Sp. Jurnal Kimia, 7(1), 1-10.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Muhammadiyah Malang, Terakreditasi A, Tersertifikasi Internasional AUN-QA