Aspek kerjasama dan berpikir ilmiah siswa SMA dalam pembelajaran keanekaragaman insekta hama jeruk baby di Wisata Petik Jeruk Desa Selorejo Dau Malang

Tin Nur Usamah

Abstract


Jeruk baby atau Citrus sinensis (L.) Osbeck merupakan salah satu jeruk terpopuler di Indonesia.  Penelitian bertujuan untuk mengoptimalkan aktivitas dan hasil belajar di SMA Panjura Malang melalui aspek kerjasama dan berpikir ilmiah siswa, dan memberikan informasi tentang Insekta Hama Jeruk Baby di Wisata Petik Jeruk di Selorejo, Dau Malang. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Mei 2016 di Wisata Petik Jeruk Selorejo Dau Malang. Obyek yang diamati adalah Serangga (Insekta) Hama Jeruk Baby dan Tanaman Jeruk Baby.  Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kuantitatif.  Pengamatan dilakukan dengan menggunakan menggunakan alat perangkap, yaitu yellow sticky trap, pitfall trap, dan fly net (jarring serangga).  Keanekaragaman serangga dianalisis dengan Indeks Keanekaragaman Shannon.  Analisis komponen utama (PCA) dilakukan untuk mengeksplorasi hubungan antara variabel dalam setiap set data (serangga dan faktor lingkungan abiotik yang meliputi suhu, kelembaban udara, kecepatan angin, intensitas cahaya, dan pH tanah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa insekta hama jeruk baby yang ditemukan di Wisata Petik Jeruk adalah ada 19 jenis serangga. Keanekaragaman serangga hama yang paling banyak adalah Kutu Putih (Pseudococcus citri Ruso).  Tanaman jeruk baby di Wisata Petik Jeruk ini adalah tanaman unggulan yang potensial untuk dikembangkan di Indonesia.  Suhu dan kelembaban di Wisata petik jeruk tergolong normal yaitu 32,9 oC, Kelembaban 64,6 %, sedangkan pH tanah adalah 6. Aspek kerjasama dan berpikir ilmiah sangat diperlukan dalam melakukan penelitian.

Full Text:

PDF

References


Borror, D.J., Triplehorn, C.A., Johnson, N.F. (1996). Pengenalan pelajaran serangga, Edisi Keenam. Penerjemah Soetiyono Partosoejono. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Depdikbud. (1999). Petunjuk pelaksanaan proses belajar mengajar. Jakarta: Balai Pustaka

Fathurrohman. (2003). Pengembangan pendidikan karakter. Bandung: PT Refika Aditama.

Hamalik. (2004). Proses belajar mengajar. Jakarta: PT. Bumi Aksara Jakarta

Kementrian Pendidikan Nasional. (2010) Pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa, Bahan Pelatihan Penguatan Metodologi Pembelajaran Berdasarkan Nilai-nilai budaya Untuk Membentuk Daya saing dan Karakter Bangsa. Jakarta: Kementrian Pendidikan Nasional

Marzuki, 2011, Pengintegrasian pendidikan karakter dalam pembelajaran di sekolah, Makalah. FIS Universitas Negeri Yogyakarta.

Odum, E. P., 199, Dasar-dasar ekologi, Edisi Ketiga, Yogyakarta: Gadjah Mada University.

Pracaya. (1998). Jeruk manis. Bogor: PT Penebar Swadaya.

Price, P.W. (1997). Insect ecology, Third Edition. New York: John Wiley & Sons, Inc.

Suharjono, Y. (1999). Buku pegangan pengelolaan koleksi. Bogor: CV Riza Graha Jaya

Suharni, S. (1993). Kunci diterminasi serangga. Yogyakarta: Kanisius.

Suheriyanto, D. (2008). Ekologi serangga. Malang: UIN Malang Press.

Sukarsono, (2012). Ekologi hewan, konsep, perilaku, psikologi dan komunikasi. Malang: UMM Press.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Muhammadiyah Malang, Terakreditasi A, Tersertifikasi Internasional AUN-QA