PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LINGKARAN SASTRA BERKARAKTER PADA MATA KULIAH KRITIK SASTRA

Purwati Anggraini

Abstract


Pemerintah sudah menggulirkan kebijakan penguatan pendidikan karakter yang ditekankan pada siswa, khususnya siswa SD dan SMP. Pendidikan karakter yang dimaksud adalah nasionalisme, integritas, kemandirian, gotong royong, dan religius. Untuk mendukung kebijakan pemerintah, perlu disiapkan guru yang berkompetensi. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia berupaya menyiapkan calon guru untuk dapat membentuk karakter siswa. Salah satu mata kuliah yang juga bertujuan menguatkan karakter mahasiswa adalah Kritik Sastra. Kritik Sastra merupakan mata kuliah rumpun sastra yang mendorong mahasiswa untuk dapat menghasilkan tulisan yang berisi kritikan terhadap karya sastra. Bentuk tulisan ini dapat berupa poster, artikel ilmiah populer, maupun makalah yang harus dipresentasikan dalam forum nasional. Model pembelajaran Lingkaran Sastra Berkarakter merupakan salah satu model pembelajaran sastra yang dikembangkan untuk membentuk karakter mahasiswa. Model pembelajaran Lingkaran Sastra Berkarakter diawali dengan proses literasi sastra yang bertujuan untuk menentukan tingkat pemahaman mahasiswa terhadap karya sastra. Setelah itu, mahasiswa dikelompokkan dalam kelompok kecil yang berisi mahasiswa yang mempunyai pemahaman tinggi, sedang, dan rendah. Hal ini bertujuan untuk memacu dan meningkatkan pemahaman mahasiswa yang masih rendah. Dengan proses seperti ini diharapkan mahasiswa dapat mempunyai pemahaman yang relatif sama untuk kemudian dapat berproses mengkritik karya sastra. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah mahasiswa dapat saling memberi dan menguatkan. Selain itu, muncul karakter gotong royong, integritas, dan kemandirian dari dalam diri mahasiswa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Lingkaran Sastra Berkarakter dapat memperkuat karakter mahasiswa.

Full Text:

PDF

References


Aminuddin. 2009. Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Anwar, Ahyar. 2012. Teori Sosial Sastra. Yogyakarta: Ombak.

Emzir. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif, Analisis Data. Jakarta: Rajagrafindo Persada.

Miller, J. Hillis. 2011. On Literature: Aspek Kajian Sastra (terjemahan Bethasari Annisa Ismayasari). Yogyakarta: Jalasutra.

Minderop, Albertine. 2005. Metode Karakter dan Karakterisasi Telaah Fiksi. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Ratna, Nyoman Kutha. 2014. Peranan Karya Sastra, Seni, dan Budaya dalam Pendidikan Karakter. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Stanton, Robert. 2007. Teori Fiksi (terj.Sugihastuti dan Rossi Abi Al Irsyad). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.