PENDIDIKAN KARAKTER ANAK DAN TERJEMAHAN BERANOTASI DONGENG: THE DAY BOY AND THE NIGHT GIRL KARYA GEORGE MACDONALD

Cattleya Wahyu Pravitha

Abstract


Pendidikan karakter anak dapat melalui berbagai macam media, salah satunya melalui karya sastra. Dengan membaca karya sastra, anak melakukan penghayatan emotif terhadap alur cerita, sifat dan sikap dari karakternya, dan mengambil nilai moral dari karya sastra itu. Salah satu karya sastra yang diterjemahkan adalah dongeng. Dalam upaya membuat terjemahan dongeng dapat dipahami pembacanya, penerjemah menerapkan beberapa metode penerjemahan dan berbagai prosedur penerjemahan. Terjemahan yang diberi catatan sebagai bentuk pertanggungjawaban penerjemah atas padanan yang dipilihnya disebut Terjemahan Beranotasi. Dalam terjemahan beranotasi dongeng “The Day Boy and The Night Girl”, penerjemahan dilakukan dengan metode semantis agar unsur estetis TSu tetap muncul di dalam TSa dan metode komunikatif agar pembaca TSa tidak kesulitan memahami isi teks. Pelbagai kamus digunakan sebagai rujukan dan laman internet sebagai sumber informasi saat menerjemahkan. Permasalahan penerjemahan yang banyak ditemukan dalam penerjemahan dongeng ini adalah bahasa figuratif dan kata budaya. Berbagai prosedur penerjemahan diterapkan untuk memecahkan masalah yang ada dan unsur-unsur yang bermasalah dianotasi. Menerjemahkan untuk anak, yang berarti penerjemah harus memposisikan diri sebagai anak saat menerjemahkan, membuat penerjemahan dongeng ini menantang sekaligus memberikan banyak pengalaman dan pengetahuan baru.

Full Text:

PDF

References


Baker, M. 2009. In Ot her Words: A Coursebook of Translation (ed. ke-2). London: Routledge.

Benny H. 2006. Penerjemahan dan Kebudayaan. Jakarta: PT. Dunia Pustaka Jaya.

Harimurti K. 1993. Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Irta F. 2013. “Penerjemahan Karya Sastra Anak”, dalam Jurnal Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang, vol. 4 no.2.

Knowles, M., & Malmkjaer, K. 1996. Language & control in children literature. London: Routledge.

Larson, M. 1989. Penerjemahan Berdasar Makna: Pedoman untuk Pemadanan Antarbahasa (K. Taniran, Penerj.). Jakarta: Penerbit Arcan. (Karya asli dipublikasikan tahun 1984).

Newmark, P. 1988. A Textbook of Translation. Great Britain: Prentice Hall.

Nida, E. A., & Taber, C. R. 1982. The Theory & Practice of Translation. Netherlands: E. J. Brill.

Norton, D. E. 1983. Through the Eyes of a Child: An introduction to children’s literature. Colombus: Charles E. Merilll Publishing Company.

Oittinen, R. 2000. Translating for Children. New York: Garland Publishing.

Rahayu S. H. 2000. “Deverbalisasi sebagai Proses Terjemahan“, makalah dalam Diskusi I Himpunan Penerjemah Indonesia di Universitas Nasional, 28 Oktober 2000.

Rurangwa, N. 2005. “Translatingrwandan Folktales into English: A culture-based analysis”, Tesis yang tidak dipublikasikan. Johannesburg: University of Witwatersrand.

Suryawinata Z., & Hariyanto S. 2003. Translation: Bahasan teori & penuntun praktis Menerjemahkan. Jogjakarta: Kanisius.

Williams, J., & Chesterman, A. 2002. The Map: A Beginner’s Guide to Doing Research in Translation Studies. United Kingdom: St. Jerome Publishng.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.