Anak dalam pusaran tragedi: Memori peristiwa 1965 dalam Candik Ala 1965 Karya Tinuk R. Yampolsky

Eggy Fajar Andalas, Arif Budi Wurianto

Abstract


Dalam sejarah Indonesia, tragedi 1965 merupakan salah satu peristiwa kelam yang tidak bisa dihapus dalam ingatan bangsa. Candik Ala 1965 berkisah mengenai kehidupan seorang perempuan bernama Nik. Hal yang menarik dari novel ini dalam penggambaran peristiwa 1965 dalam perspektif sosok Nik di usia kanak-kanak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana peristiwa 1965 dipandang dalam sudut pandang kanak-kanak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan psiko-historis. Data dikumpulkan dengan teknik simak catat. Analisis data dilakukan dengan display, reduksi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan penangkapan dan penculikan orang-orang yang diduga terlibat dengan Partai Komunis Indonesia pada tahun 1965 mempengaruhi kosntruksi memori anak-anak, tokoh Nik, hingga kehidupan dewasanya. Konstruksi wacana dalam ruang publik yang diperkuat dengan tontonan publik untuk menghukum orang-orang yang terlibat dengan partai ini menjadi memori bawah sadar yang membangun konstruksi anak terhadap stigma PKI. Bagi anak-anak, seperti Nik, hidup di tahun 1965 tidak ubahnya menjadi seorang prajurit kecil yang terus menerus menerima doktrin militer terhadap berbagai stigmatisasi yang dilekatkan kepada orang-orang yang dianggap melawan negara. Setiap hari ia harus mendengar dan menyaksikan secara langsung bagaimana kerasnya negara dalam melabeli dan menumpas orang-orang yang dianggap terlibat dengan Partai Komunis Indonesia. Gambaran dari kejahatan yang melawan negara akan menjadi bagian dari memori bawah sadarnya hingga ia kelak dewasa dalam mendefinisikan PKI.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.