Tradisi larangan adat pada cerita rakyat Desa Golan dan Mirah di Kabupaten Ponorogo sebagai resolusi konflik berbasis kearifan lokal

Muhamad Agus Prasetyo, Awik Tamara, Syahrul Hindarto, Millatuz Zakiyah

Abstract


Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi hubungan sosial masyarakat Desa Golan dan Dusun Mirah serta mendeskripsikan strategi resolusi konflik berbasis kearifan lokal masyarakat di kedua desa tersebut dibalik larangan adat pada cerita rakyat Golan Mirah. Metode yang digunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan teori Semiotika model Roland Barthes yang memahami penanda bahasa terdiri dari denotasi, konotasi dan mitos. Metode penarikan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling dan Snowball Samplingdengan metode analisis dan penggolahan data model interaktif. Hasil dari penelitian ini meliputi: (1) Terdapat berbedaan dan kesenjangan sosial di masa lalu antara leluhur kedua desa hingga melahirkan tradisi larangan adat Golan Mirah. Masyarakat memahami tradisi larangan ini secara mentah yang akhirnya nemibulkan tindakan dan sikap masyarakat untuk mewujudkan batasan-batasan sosial yang berpotensi menjadikan konflik di masa depan; (2) Tradisi larangan jika dipahami sebagai sebuah kearifan lokal oleh masyarakat di kedua desa, maka tradisi larangan tersebut dapat dijadikan sebagai resolusi konflik berbasis kearifan lokal diantara masyarakat Desa Golan dan Dusun Mirah.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.