Menimbang penokohan dalam Novel Aroma Karsa: Sebuah analisis naratif dengan teori Vladimir Propp

Ni Komang Ariani

Abstract


Novel Aroma Karsa karya Dewi Lestari merupakan sebuah novel yang memiliki penokohan yang kompleks. Novel setebal 696 halaman itu, menampilkan kisah sejumlah tokoh perempuan perkasa dari tiga generasi yaitu Janirah, Raras dan Suma. Ketiganya ditampilkan sebagai tokoh abu-abu, perpaduan antara penjahat dan pahlawan. Di tengah para perempuan kuat ini, hadir tokoh utama laki-laki yang bernama Jati Wesi. Seorang anak muda dengan masa kecil yang suram. Ia tumbuh besar dalam tumpukan sampah TPA Bantar Gebang. Novel dalam pendekatan sosio-historis dapat menjadi petunjuk bagi realitas sosial. Penokohan dalam sebuah novel menjadi penting mengingat melalui penokohan inilah pengarang menyampaikan pesan kepada pembaca. Penelitian ini menggunakan analisis teks kualitatif dengan menggunakan struktur narasi Vladimir Propp. Propp menyatakan bahwa setiap narasi memiliki sejumlah karakter yang menempati fungsi tertentu di dalam cerita. Propp membagi narasi menjadi 7 karakter dan 31 fungsi. Temuan penelitian ini menyatakan bahwa novel Aroma Karsa memiliki semua karakter dalam struktur narasi Propp yaitu Penjahat, Penderma, Penolong, Putri, Pengirim, Pahlawan dan Pahlawan Palsu. Sementara itu, dari 31 fungsi narasi Propp, ditemukan 25 fungsi dalam novel Aroma Karsa yaitu: Ketidakhadiran ( β), Kedatangan tak dikenal (O), Perubahan rupa (T), Pelarangan (γ), Kekerasan (δ), Pengintaian (E), Resep dari dukun/paranormal (F), Cap (J) , Tipu daya (ɳ), Pengiriman (ζ), Keterlibatan (θ),      Kejahatan (A), Mediasi (B), Keberangkatan (↑), Pemindahan ruang (G), Perjuangan (H), Reaksi dari pahlawan (E), Kemenangan (I), Kembali (↓), Pembubaran (K), Hukuman (U), Pernikahan (W), Pemaparan (Ex), Fungsi pertama seorang penolong (D), dan Tindakan balasan (C).

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.