Alih kode pada pemakaian bahasa intimate dalam pembelajaran di Pondok Pesantren Darul Maarif

Lisa Sofiya, Gigit Mujianto

Abstract


Kondisi masyarakat yang beragam banyak memunculkan fenomena kebahasaan yang tak luput menjadi sorotan dan kajian. Salah satunya dari keragaman latar belakang sosial serta kebahasaan menjadikan masyarakat memiliki kemampuan berbahasa lebih dari satu bahasa yang disebut dengan dwibahasa. Mengenai masyarakat dwibahasa salah satunya yaitu pada lingkungan pondok pesantren yang terdapat banyak santri dan ustad dengan latar sosial dan kebahasaan yang beragam. Pada fenomena dwibahasa ini sering terjadi peralihan kode untuk memperlancar komunikasi. Peralihan kode merupakan bentuk peralihan penggunaan bahasa yang terjadi akibat adanya situasi antar bahasa serta antar ragam dalam bahasa. Adanya peralihan kode pada penggunaan bahasa intimate dalam kegiatan pembelajaran tentunya memiliki faktor yang melatarbelakanginya. Alih kode terjadi pada penggunaan bahasa akrab atau intimate untuk memperlancar komunikasi Ustad dan santri yang sudah akrab karena seringnya berinteraksi. Selain memperlancar komunikasi pengalihan kode bahasa juga dapat mencairkan suasana serta materi yang disampaikan mudah diterima oleh santri.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.