Bentuk tuturan imperatif tayangan Mata Najwa: Topik ujian reformasi

Caca Septianing Putri

Abstract


Bahasa memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Peranan bahasa membuat seseorang terampil dalam hal menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Bahasa dapat dibedakan menjadi dua bentuk yakni verbal dan nonverbal. Bahasa verbal dan nonverbal dari sisi linguistik dapat dikaji dengan menggunakan kajian pragmatik. Dalam pragmatik, terdapat disiplin ilmu yang mempelajari mengenai tuturan, salah satunya tuturan imperatif. Tuturan imperatif merupakan bentuk kalimat perintah. Tuturan ini sering dijumpai pada saat berkomunikasi dalam berbagai ranah. Salah satunya pada ranah media, yakni tayangan Mata Najwa yang disiarkan salah satu televisi swasta di Indonesia. Dalam tayangan Mata Najwa pada topik ujian reformasi, tuturan imperatif menjadi ciri khusus untuk pergantian bicara setiap lawan tutur dalam mengungkapkan setiap argumen maupun pendapatnya. Namun, tuturan imperatif terkadang kurang dipahami dengan baik oleh penutur yang satu dengan lainnya sehingga perlu adanya pengklasifikasian terhadap bentuk tuturannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tuturan imperatif dalam tayangan Mata Najwa pada topik ujian reformasi. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif yang digunakan untuk mempermudah dalam menganalisis data. Hasil penelitian ini berupa bentuk tuturan imperatif yang diklasifikasikan sebagai berikut: 1) tindak tutur langsung, 2) tindak tutur tidak langsung, 3) tindak tutur langsung literal, 4) tindak tutur tidak langsung literal, 5) tindak tutur langsung nonliteral, dan 6) tindak tutur tidak langsung nonliteral.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.