Covid-19 dalam meme: Satire di tengah pandemi (Kajian semiotika Ferdinand de Saussure)

Nadya Inda Syartanti

Abstract


Penelitian ini bertujuan mengungkapkan maksud atau makna tersirat yang terkandung pada meme terkait Covid-19 melalui pemaknaan tanda dengan pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure. Meme diambil dari media internet seperti media sosial dan beberapa laman yang memuat kumpulan meme, di mana subjek data penelitian berupa gambar dan tulisan yang terdapat dalam meme tersebut yang dikumpulkan sejak Maret sampai Juli 2020. Data diklasifikasi menjadi empat tanda, yaitu object sign, oral-audio sign, visual sign, dan written sign. Dari empat konsep semiotika Saussurre, data dianalisis dengan menggunakan konsep signifiant atau signifier (penanda) dan signifie atau signified (petanda) untuk menghasilkan sign (tanda). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari empat jenis klasifikasi tanda pada meme berkaitan Covid-19 terdapat dua jenis klasifikasi tanda yang ditemukan dalam media internet, yaitu visual sign dan written sign, serta ditemukan juga gabungan dari kedua jenis klasifikasi tanda tersebut, yaitu written visual sign. Adapun hasil pemaknaan tanda pada meme Covid-19 tersebut mengandung makna satire secara negatif dan positif. Makna satire negatif pada meme Covid-19 merupakan sindiran negatif atau sindiran secara keras bagi masyarakat yang menganggap remeh kondisi pandemi Covid-19, sehingga terkesan cuek dengan tidak mengindahkan anjuran dan regulasi dari WHO dan Kemenkes. Sebaliknya, makna satire positif pada meme Covid-19 merupakan sindiran positif atau sindiran secara halus bahwa tidak perlu meremehkan anjuran atau regulasi yang telah dibuat oleh WHO dan Kemenkes, masyarakat hanya perlu melakukan tindakan pencegahan Covid-19 sebagai bentuk dari protokol kesehatan.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.