Relasi makna sebagai strategi pembentuk koherensi antarkalimat

Aburizal Sadam Habibi

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan relasi makna sebagai strategi pembentuk koherensi antarkalimat. relasi makna merupakan pertalian arti antara satuan bahasa yang satu  dengan yang lainnya. koherensi sangat penting dalam susunan dan struktur wacana tulis karena memiliki sifat serasi, runtut, dan logis. Penelitian ini menggunakan metode analisis wacana dengan pendekatan linguistik. Data penelitian ini berupa paragraf atau penggalan paragraf yang kalimat-kalimatnya mengandung relasi makna antarkalimat. Sumber data penelitian ini adalah teks tajuk rencana harian Kompas elektronik edisi Januari 2018. Hasil yang didapat pada penelitian ini adalah ragam relasi makna yang dapat membentuk koherensi antarkalimat. Ragam relasi makna antarkalimat tersebut meliputi, hiponim, meronim, sinonim, dan antonim.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan relasi makna sebagai strategi pembentuk koherensi antarkalimat. relasi makna merupakan pertalian arti antara satuan bahasa yang satu  dengan yang lainnya. koherensi sangat penting dalam susunan dan struktur wacana tulis karena memiliki sifat serasi, runtut, dan logis. Penelitian ini menggunakan metode analisis wacana dengan pendekatan linguistik. Data penelitian ini berupa paragraf atau penggalan paragraf yang kalimat-kalimatnya mengandung relasi makna antarkalimat. Sumber data penelitian ini adalah teks tajuk rencana harian Kompas elektronik edisi Januari 2018. Hasil yang didapat pada penelitian ini adalah ragam relasi makna yang dapat membentuk koherensi antarkalimat. Ragam relasi makna antarkalimat tersebut meliputi, hiponim, meronim, sinonim, dan antonim.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.