Kajian posthumanisme sastra di era pandemi corona

Suwardi Endaswara

Abstract


Posthumanisme antropoteknologi sastra adalah perspektif terbaru untuk memahami manusia melalui karya sastra yang telah terdegradasi oleh teknologi. Sastra itu objek garapnya manusia, terlebih di era pandemi corona, yang serba membatasi gerak manusia. Ada kalanya objek garap melebihi manusia, mempertanyakan eksistensi manusia, dan meragukan fungsi manusia saat semua perkara sastra harus daring. Manusia telah terbayang-bayangi oleh gegar teknologi di jagad pandemi, sebagai pintalan kultur yang lambat laun berpacu dengan peradaban manusia. Kalau berpijak pada pemikiran Plato (Teeuw, 1988:219-220) manusia yang berolah sastra, tak mungkin melukiskan kenyataan, melainkan hanya meniru realitas. Manusia hanya membayangkan kenyataan. Melalui pembayangan, mimesis alam semesta, ternyata manusia sering melampaui akal sehatnya.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.