ANALISIS GANGGUAN UJARAN PADA PENYANDANG PASCA STROKE

Yudha Bagaskara

Abstract


Stroke adalah gangguan peredaean darah di otak yang dappat menyebabkan gejala kelumpuhan, selain mengakibatkan kelumpuhan juga ajan berdampak pada cacat bicara. Penyakit strole adalah salah satu penyakot kronis yang sulit untuk disembuhkam, dan untuk itulah perllu perawatsn khusus dan juga dukungan dsri keluarga, saudara, atau teman kita unntuk membantu proses pemylihan. Pendetita stroke yang telah sembh disebut juga pendeeita pasca stroje, karena wakaupun sudah sembuh dri penyakit itu, organ-organ tuvuh kita belum bisaa pulih seutuhnya. Terutama, dlm kasua yang sering terjadi adalah ganggan ujaran pada penderita pasca stroke ini. Pada penderita stroke, seringkali menunjukkan cacat ekspresi verbal secara fonologis dan leksikal. Adapun cacat gramatijal dan prakmatis dapat berangsut-angsur berkurang seiring keberhasilan penderta stroke terrsebut melkukan terapi. Selain cacat ekspresi fonologs dan leksikal, muncul gejala agraatisme arau struktur kalimat tidak sesuai betuk yang terdeteksi dari kesalahan memberi makna ujaran yang diberikan. Pada penderita ini pun seringkali mubcul gejala lain, yaitu mengulang suku kata. Berbeda denhan penyandang gagap bicara, gejala ini kerap muuncul akibat dari gangguan psikologis dan sering lupa. pada penderita pasca stroke dapat diterakan latihan afasia. Afasia sendiri adalah latihan berupa biba wicara yang dapat diberikan oleh terapis profesional dan keluarga yang telah mendapat petunjuk untuk menerapkan latihan secara bertahap.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.