ADAT MANGGARAI ROKO MOLAS POCO: KAJIAN TRANSDISIPLINER UNTUK MEMBANGUN PENDIDIKAN SOCIETY 5.0

Umi Salamah

Abstract


Tanpa disadari sesungguhnya konsep pendidikan yang selama ini diterapkan bias dengan cara pandang kapitalis, karena kemajuannya diukur berdasarkan indikator-indikator kemajuan kebudayaan Barat. Sosial-budaya masyarakat Indonesia tidak dipandang penting, bahkan cenderung diabaikan. Akibatnya, out put pendidikan di Indonesia gamang terhadap karakter ke-Indonesian. Hal ini mengingkari eksistensi ruh pendidikan, yang seharusnya berisi kebudayaan bangsa sendiri yang terejawantahkan dalam ideologi Pancasila. Cara dan ciri hidup bangsa Indonesia yang berupa budaya gotong royong terdapat di seluruh daerah, meskipun dengan sebutan dan istilah yang berbeda-beda. Di Indonesia, Gerakan kembali kepada karakter gotong-royong dalam pembangunan pendidikan untuk menghadapi society 5.0 merupakan keniscayaan agar bangsa Indonesia tidak hanya menjadi objek pasar teknologi asing. Kajian Transdisipliner Roko Molas Poco dengan rancangan etnografi Spedley diharapkan mampu menjawab kebutuhan pembangunan pendidikan yang akan menghasilkan sumberdaya manusia yang siap menghadapi era society 5.0 yang berkepribadian Indonesia dan berkelanjutan.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.