TINDAK TUTUR ILOKUSI PESERTA DIDIK DALAM PEBELAJARAN BAHASA INDONESIA

Tutut Ayu Dwijayanti

Abstract


Manusia menggunakan bahasa sebagai alat berkomunikasi dikehidupan sehari-hari untuk menyampaikan maksud dan tujuan kepada mitra tuturnya. Setiap individu atau kelompok pastinya melakukan percakapan yang memiliki makna beranekaragam, ketika individu itu sedang menyampaikan suatu ide, gagasan, pendapat atau realitas yang sedang terjadi mitra tuturnya berusaha untuk memahami supaya dapat mengerti apa yang sedang dimaksud oleh penutur tersebut. Namun tidak semua maksud penutur dapat dipahami langsung oleh mitra tuturnya, karena bergantung pada implikatur yang digunakan oleh penutur misal saja ketika penutur bertanya, menegur atau bahkan menyindir mitra tutur. Tindak tutur sendiri merupakan bagian dari berbahasa yang menjelaskan proses penggunaan suatu bahasa untuk menyatakan sebuah perilaku atau tindakan. Di samping itu, kejelasan suatu makna mampu menjadi faktor meminimalisir adanya perbedaan implikatur yang digunakan oleh penutur, ketika akan bertanya, menegur, menyindir bahkan menyinggung melalui kata-kata agar tidak dimaknai dengan maksud dan tujuan lainnya. Adapun pemahaman pragmatik dalam pembelajaran bahasa Indonesia sangat diperlukan, meskipun implementasinya dikatakan belum maksimal dikarenakan kepekaan peserta didik dalam mendalami pembelajaran bahasa Indonesia ini belum menampakkan kelima pendidikan karakter antara lain religius, integritas, mandiri, gotong-royong dan nasionalis. Dengan demikian, memerlukan penguatan pendidikan berkarakter yang berperan penting bagi peserta didik ketika berbaur dengan masyarakat secara langsung karena tindak tutur yang baik dan sesuai dengan kelima karakter tersebut dapat membantu peserta didik beradaptasi dengan masyarakat Society 5.0 secara mudah.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.