ANGO’AN POTE TOLANG KATEMBENG POTE MATA: HARGA DIRI LAKI-LAKI MADURA DALAM CERPEN CELURIT DI ATAS KUBURAN KARYA ZAINUL MUTTAQIN

Rudi Rudi

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perspektif budaya carok antargenerasi. Sumber data adalah cerpen Celurit di Atas Kuburan karya Zainul Muttaqin. Sumber data dalam penelitian ini berupa teks dari cerpen Celurit di Atas Kuburan karya Zaiunul Muttaqin. Data diperoleh dari satuan cerita dan kutipan-kutipan kalimat yang menggambarkan rumusan masalah dan tujuan penelitian. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu: (1) membaca secara keseluruhan narasi cerpen, (2) memahami isi cerita di dalam cerpen, (3) mengidentifikasi permasalahan yang cenderung dibahas dalam cerpen, dan (4) menandai data-data yang terdapat dalam cerpen. Teknik analisa data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu: (1) mengidentifikasi data yang diperoleh dari cerpen Celurit di Atas Kuburan karya Zainul Muttaqin, (2) mengklasifikasi data yang sesuai dengan rumusan masalah, (3) menganalisis data yang diperoleh dari cerpen Celurit di Atas Kuburan karya Zainul Muttaqin, (4) menyimpulkan hasil temuan, dan (5) menulis laporan hasil penelitian. Validasi data dilakukan dengan diskusi dengan beberapa ahli. Hasil dari penelitian, menunjukkan adanya perbedaan yang sangat kontras antargenerasi terhadap budaya carok. Generasi tua menganggap carok sebagai strategi yang sangat penting dilakukan agar dapat menjaga harga diri dan martabatnya, sementara generasi muda berpendapat tindakan carok bukan strategi yang tepat karena dapat merugikan satu sama lain. Carok juga tidak lepas dari sistem kebudayaan (ritual-ritual atau sasajen dan bahasa) yang berkembang dalam masyarakat Madura.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.