IMPRESI TINDAK TUTUR TIDAK LANGSUNG TIDAK LITERAL TERHADAP KEPEKAAN SOSIAL PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN

Pripta Fajri Ramadhanti

Abstract


Komponen terpenting proses berkomunikasi adalah pesan yang hendak disampaikan mewakili perasaan dan pikiran seseorang. Pesan-pesan tersebut memanfaatkan alat primer komunikasi yang disebut dengan bahasa. Kemunculan bahasa dapat dipastikan selalu berbentuk aksi maupun tindak tutur. Tindak tutur dapat diekspresikan melalui bahasa tulis seperti dalam majalah, koran, dan tabloid maupun bahasa lisan yang berupa ujaran tidak langsung seperti radio, dan televisi serta ujaran langsung seperti dalam proses kegiatan belajar mengajar yang dilakukan antara pendidik dengan peserta didik. Perkara pembelajaran tidak hanya berfokus pada materi ajar, melainkan juga harus memperhatikan perihal pembentukan karakter. Saling menghargai dan menciptakan kondisi yang harmonis merupakan salah satu cara membangun karakter guna mengurangi masyarakat yang individual dan antisosial sebagai akibat dari generasi saat ini yaitu society 5.0 yang hanya berorientasi pada teknologi semata. Menghadapi kasus seperti ini, para peserta didik diajak untuk saling menghargai sesama dan membangun kepekaan sosial melalui tindak tutur tidak langsung tidak literal. Setidaknya terdapat dua manfaat dengan menanamkan sikap kepekaan sosial, yaitu menyadari keberadaan orang lain sehingga terhindar dari sifat egois dan mendorong untuk saling membantu, serta membentuk keterampilan bersosialisasi. Karena pada dasarnya, dunia tidak hanya membutuhkan orang pintar soal otak, melainkan juga pintar soal empati. 

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.