GANGGUAN BERBAHASA PADA PENDERITA AFASIA MOTORIK KORTIKAL

Nanda Chipko Alun Violita

Abstract


Gangguan berbahasa meliputi kesulitan berkomunikasi dan penyandangnya mengalami kegagalan dalam menerapkan kemampuan berbahasa. Penderita mengalami kesulitan dalam menyampaikan isi pikiran dan perasaannya melalui lisan baik dalam bentuk kata maupun kalimat. Kemampuan berbahasa penderita menjadi terganggu dan penderita mengalami kesulitan dalam berbahasa, itu semua disebabkan oleh kelainan fungsi otak dan alat becara. Manusia yang memiliki fungsi otak dan alat bicara yang normal dapat berbahasa dengan baik. Namun sebaliknya, mereka yang fungsi otak dan alat bicaranya mengalami kelainan akan kesulitan dalam berbahasa baik produktif maupun represif. Afasia motorik terjadi akibat kerusakan pada belahan otak yang terletak pada lapisan permukaan daerah Broca (lesikortikal), lapisan di bawah permukaan Broca (lesi sub kortikal), dan di daerah otak antara daerah Broca dan daerah Wernicke (lesi transkortikal). Afasia motorik kortikal merupakan gangguan berbahasa yang disebabkan oleh hilangnya kemampuan dalam menyampaikan isi pikiran dan perasaan melalui ujaran atau perkataan. Gangguan berbahasa pada penderita afasia motorik kortikal masih banyak terjadi di masyarakat. Mereka hanya bisa mengutarakan apa yang ada dipikirannya melalui tulisan dan isyarat. Ketika kita berbicara dengan penderita afasia motorik kortikal mereka dapat memahaminya, sebab penderita afasia motorik kortikal masih bisa memahami bahasa lisan dan tulisan yang kita sampaikan.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.