PENGGUNAAN EKSPRESI BERBAHASA PADA PENDERITA AFASIA MOTORIK TRANSKORTIKAL

Isqi Agustin Cahyaningtiyas

Abstract


Gangguan berbahasa dapat mengahambat kelancaran berkomunikasi dan mengekspresikan bahasa yang disampaikan. Salah satu gangguan berbahasa adalah afasia. Afasia adalah kehilangan atau penurunan keterampilan komunikasi dan bahasa yang merupakan akibat dari kerusakan otak (belahan otak kiri). Kerusakan biasannya terjadi di daerah Broca dan Wernicke. Afasia memiliki berbagai jenis, salah satunya adalah afasia motorik transkortikal. Penderita afasia kehilangan kemampuan untuk dapat menyampaikan isi pikiran dengan menggunakan perkataan dan mengutarakan ekspresi berbahasa. Pada penderita ini bahasa yang digunakan tepat, hanya penderita mungkin menggunakan perkataan subtitusinnya dari yang dimaksudkan. Penderita juga tidak bisa mengekspresikan hasil pemikirannya supaya dipahami oleh sekitar. Padahal penderita sudah semaksimal mungkin berusaha menyampaikan sesuai isi pemikiran. Hidup dalam masyarakat Society 5.0 di Indonesia yang serba instan menggunakan teknologi, dibutuhkan komunikasi yang baik dan didukung dengan penggunaan ekspresi berbahasa yang tepat. Kehidupan yang dialami berjalan dengan baik dan bisa menyeimbangkan diri dengan kemajuan konsep Society 5.0. Untuk meyakinkan lawan bicara dan berkomunikasi yang baik, dibutuhkan ekspresi berbahasa yang tepat dengan bahasa yang diucapkan. Konsep Society 5.0 sensitif terjadinnya permasalahan sosial di masyarakat. Permasalahan ini biasannya terjadi karena kurang pahamnya komunikasi. Maka dari itu supaya komunikasi bisa berjalan baik dan sesuai tujuan harus diikuti dengan ekspresi berbahasa yang baik dan mudah dipahami.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.