PERILAKU BERBICARA MANJA SEBAGAI WUJUD GANGGUAN PSIKOGENIK

Galuh Farah Rahma Yunita

Abstract


Sejatinya berbicara menggambarkan suatu kegiatan alamiah yang melibatkan modalitas psikis dan artikulator untuk mengekspresikan pikiran, tanggapan, dan opini kepada orang lain dengan menggunakan kata-kata. Tingkat kemahiran seseroang ketika berbicara ditentukan oleh prosentase pemahaman penutur terhadap kebahasaan. Manusia yang memiliki otak dan alat bicara normal mampu berbahasa dengan baik dan lancar, sedangkan pada manusia yang memiliki kelainan pada fungsi otak dan alat biacaranya cenderung mengalami kesukaran dalam berbahasa, baik secara reseptif atau pun produktif. Adapun gangguan berbicara psikogenik merupakan variasi dari cara berbicara normal yang mengungkapkan adanya gangguan di bidang psikis manusia. Salah satu bentuk gangguan psikogenik tersebut adalah perilaku berbicara manja yang dapat dialami oleh berbagai lapisan masyarakat. Umumnya, perilaku berbicara manja memperlihatkan kesan ingin diperhatikan, intonasi mendayu-dayu, hingga perubahan bunyi fonem. Pada anak-anak, perilaku berbicara manja diakibatkan oleh pola asuh salah dari orang tua yang berakibat terpengaruhnya fungsi mental. Pada orang tua lanjut usia, perilaku berbicara manja dilatarbelakangi oleh menurunya modalitas mental lansia tersebut.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.