ANALISIS CARA BERBAHASA ANAK PENYANDANG AUTISME

Della Rahma Fadilla Oktaviasari

Abstract


Kemajuan teknologi yang semakin maju tepatnya pada saat ini, menuntut untuk mewujudkan manusia untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar dalam bentuk kecanggihan teknologi. Salah satu agar masyarakat untuk menunju pada kemajuan teknologi ini, yaitu dengan komunikasi. Komunikasi terikat dengan bahasa, sehingga seseorang yang memiliki ketidakmampuan dalam berbahasa maka dia akan mengalami kesusahan untuk menuju era ini. Pada makalah ini membahas terkait dengan (1) cara berbahasa pada anak penyandnag autisme, (3) pola komunikasi anak autisme kepada masyarakat di sekitar (4) mengembangkan berbahasa pada anak penyandang autisme. Anak yang menyandaang autisme memiliki kekuranganmampuan dalam memproduksi bahasa dengan baik. Hal ini dikarenakan anak autisme memiliki gangguan pada Susunan Saraf Pusat (SSP) sehingga dapat mempengaruhi dalam hal bahasa komunikasinya yang dilihat dari tiga aspek yaitu aspek fonologi, aspek sintaksis dan aspek semantik. Anak autisme memliki hambatan dalam berkomunikasi yaitu sering mengulang-ngulang kata-kata oranglain, namun tidak anak autisme tidak memahaminya, sering bergumam dan membeo, hal ini terjadi karena pada otak anak penyandang autisme miliki gangguan pada broca. Broca merepakan temapta penyimpanan kata-kata dalam otak, jika broca tersebut mengalamigangguan maka anak tersebut akan kekerangmampuan dalam memproduksi bahasa. Oleh karna itu dalam hal ini orangtua memiliki peranan yang penting dalam mengembangkan bahasa anak penyandnag autisme, yaitu dengan melakukan terapi berbicara. Terapi berbicara ini meminimalisir dan membantu kebutuhan pribadi pada anak autsime khususnya dalam berbahasa verbal ataupun non verbal.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.