PERLAWANAN RAKYAT TERHADAP KUASA PEMERINTAH DALAM BUKU KUMPULAN PUISI AKU INGIN JADI PELURU KARYA WIJI THUKUL

Candra Ayu Dyah Khoirun Nisa'

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk perlawanan rakyat terhadap kuasa pemerintah dalam buku kumpulan puisi Aku Ingin Jadi Peluru karya Wiji Thukul. Wiji Thukul merupakan penyair sekaligus aktivis yang masuk dalam sebelas aktivis yang hilang pada 27 Juli 1998. Dalam hal ini pemerintah sebagai kuasa yang menindas rakyat sebagai kaum proletar atau buruh. Puisi-puisi yang dikaji pada penelitian ini berisi kekejaman pemerintah yang bertindak sewenang-wenang terhadap rakyat di masa orde baru. Adapun metode yang diterapkan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif. Metode ini menggunakan teknik penafsiran dengan menyajikan dalam bentuk penggambaran deskripsi. Secara umum puisi-puisi karya Wiji Thukul tersebut mengungkapkan keresahan rakyat sebagai pihak yang dirugikan atas kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah yang dituangkan dalam larik-larik puisi Thukul. Ditemukan tujuh puisi yang mengandung unsur perlawanan rakyat karena keputusan sepihak yang diputuskan oleh pemerintah. Dalam setiap baitnya, beliau mengungkapkan bagaimana sikap rakyat yang kecewa terhadap perilaku pemerintah. Puisi Wiji Thukul kebanyakan bercerita tentang perlawanan terhadap ketidakadilan yang dilakukan oleh pemerintah sebagai penguasa. Orde baru yang mendorong berbagai bentuk perlawanan yang mengakibatkan perubahan ideologi bangsa Indonesia menjadikan timbulnya keresahan para aktivis, termasuk penyair Wiji Thukul. Hasil dari analisis yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa puisi karya Wiji Thukul ini banyak yang mengandung kritik sosial. Jika diperinci lagi, terdapat beberapa puisi yang mengandung unsur perlawanan terhadap pemerintah baik secara tersirat maupun tersurat.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.