KEMAMPUAN MEMILAH UJARAN PADA PENYANDANG SISOFRENIK

Anindita Fatihanisa

Abstract


Bahasa diproses oleh otak manusia yang berfungsi untuk berkomunikasi, mengutarakan perasaan, atau daya pikir yang berisi suatu makna dengan melalui ujaran, tulisan, bahkan bahasa isyarat. Saat berbahasa manusia tidak akan terlepas dari cara berpikir yang terpusat pada otak. Otak manusia sendiri merupakan bagian terpenting yang paling sukar di pelajari, meskipun susunan otak manusia telah di ketahui tetapi untuk kemampuan otak dalam mengolah informasi seakan tak terbatas. Penderita sisofrenik ini dalam berujar di pengaruhi oleh asosiasi tak terarah sehingga terjadi gangguan yang ada di isi pikiran yang berakibat pada ujaran yang kacau. Saat fase kambuh penderita sisofrenik sering di jumpai melakukan pengingkaran maksim dan sebagian besar maksim yang di ingkari merupakan maksim relevansi. Maksim relevansi merupakan pernyataan yang menghendaki kalimat ujaran peserta tutur saling memahami satu sama lain. Selain itu, dalam konteks psikolinguistik pada fase semi tenang, penderita skizofrenia mampu berbahasa dengan baik. Walaupun, kadangkala hasil dari proses kemampuan berbahasanya tidak bisa selaras dengan maksim relevansi yang ada.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.