GANGGUAN BERBAHASA PADA PENDERITA DISARTRIA DALAM KAJIAN NEUROLINGUISTIK

Adinda Fajar Melati

Abstract


Kemajuan teknologi serta ilmu pengetahuan, membawa pengaruh hingga dampak yang sangat besar bagi perkembangan keilmuan kajian bahasa. Pengaruh dan dampak besar teknologi membawa terbukanya kajian-kajian terapan dari konsep dan teori linguistik. Neurolinguistik merupakan salah satu kajian terapan konsep dan teori linguistik pada neurologi, terutama kasus-kasus gangguan berbahasa. Kasus-kasus gangguan berbahasa ini berkaitan dengan hemisfer kiri manusia. Hemisfer kiri mengelola ihwal bahasa serta berperan untuk fungsi memori atau daya ingat yang sifatnya verbal. Apabila hemisfer kiri mengalami gangguan, misalnya terbentur aspal pada saat kecelakaan pada bagian kepala sebelah kiri maka akan mengalami gangguan berbahasa berupa kehilangan kemampuan pengungkapan isi pikiran secara spontan. Selain itu, di era society 5.0 saat ini, bahasa memegang peran pengendali sosial atas perkembangan-perkembangan yang begitu pesat. Apa-apa yang disebar dalam dunia internet, membutuhkan bahasa dari pengirim serta pemaknaan atau interpretasi pada penerima yaitu masyarakat sosial. Interpretasi setiap orang tentunya berbeda-beda. Itulah sebabnya dibutuhkan kemampuan berbahasa yang baik bagi tiap orang tanpa mengenal batasan usia. Penderita disartria tidak hanya kesulitan dalam mengungkapkan isi pikiran dalam bentuk lisan, namun juga untuk sebagian orang sulit dalam menuliskan ide.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.