PENGUATAN KEARIFAN LOKAL DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI ERA GLOBALISASI

Surahman Surahman

Abstract


Perkembangan globalisasi yang semakin kompleks menuntut pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah segera berinovasi. Baik dalam kerangka apresiatif maupun produktif, secara khusus pembelajaran bahasa Indonesia diharapkan mampu mengasah dan mengembangkan wawasan, pengalaman, keterampilan penghargaan, dan kebanggaan terhadap bahasa dan sastra Indonesia. Dalam keseluruhannya, ini bermakna membangun penguatan kearifan lokal untuk mengembangkan pembelajaran bahasa Indonesia yang mengikuti zaman, tetapi tidak melupakan lokalitas keindonesiaan. Demi terwujudnya harapan ini, pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah harus benar-benar bisa menjamin, baik dari segi isi (materi) maupun prosesnya. Penciri utama lembaga sekolah dibandingkan dengan lembaga lainnya adalah terletak pada terpilihnya materi dan proses secara sistematis dan terstruktur, termasuk memberikan perhatian dengan penguatan nilai-nilai kearifan lokal. Kekuatan materi dan proses inilah yang di kemudian hari menjadikan siswa terbangun menjadi individu yang berpengetahuan lokal dan global. Namun demikian, dalam kenyataannya, banyak guru masih memiliki persoalan dalam mengembangkan kedua hal tersebut. Di sinilah usaha untuk terus melakukan pengayaan dan penguatan materi dan strategi pembelajaran bahasa dan sastra menjadi sangat penting. Maka kearifan lokal bisa menjadi alternatif basis penguatan karena telah teruji memiliki kekuatan secara nilai maupun prosedur; dan tentu dapat diadaptasi dalam pembelajaran bahasa dan sastra.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.