REPRESENTASI PERBEDAAN CARA PANDANG BERAGAMA DI ERA MILENIA DALAM NOVEL KAMBING DAN HUJAN KARYA MAHFUD IKHWAN

Shinta Emilia Ervita

Abstract


Karya sastra tidak dapat terlepas dari realitas kehidupan masyarakat. Pengarang memanfaatkan ideologinya untuk menuangkan kreatifitasnya yang berasal dari pengaruh-pengaruh di lingkungan sekitar. Dalam novel yang diteliti, pengarang memberanikan diri mengungkapkan ideologinya mengenai perbedaan cara pandang beragama antara islam tradisional dan islam modern. Hal tersebut secara frontal diungkapkan oleh pengarang melalui berbagai perbedaan yang menimbulkan konflik dalam novel tersebut. Artikel kali ini berisi representasi perbedaan cara pandang beragama yang masih sangat kental terdapat dalam novel Kambing dan Hujan. Penelitian yang dilakukan menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan acuan menggunakan teori Diana Laurenson dan Alan Swingewood yang menjadi penguat dari asumsi yang dipaparkan penulis. Sumber data yang digunakan adalah novel Kambing dan Hujan. Penelitian ini akan mengungkapkan perilaku tokoh terhadap perbedaan cara pandang beragama yang ditunjukan melalui kebiasaan tokoh baik ketika beribadah maupun melakukan aktivitas, hal-hal yang menimbulkan konflik dalam novel ketika kedua tokoh yang berbeda cara pandang ingin bersatu, cara pandang beragama di era milenia yang saat ini sudah banyak terjadi keakraban keduanya.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.