REPRESENTASI KEHIDUPAN PENGARANG M. AAN MANSYUR DALAM NOVEL LELAKI TERAKHIR YANG MENANGIS DI BUMI

Riska Fatmawati

Abstract


Sastra tidak dapat lepas dari pengarang karena lahirnya sebuah karya sastra adalah pengarang itu sendiri. Melalui karya sastra pengarang merepesentasikan atau mewakili perasaan, pengalaman batin, dan fenomena-fenomena yang diamati oleh pengarang yang terjadi di sekitarnya. Novel merupakan salah satu karya sastra berbentuk prosa yang memiliki ukuran yang panjang dan isinya berupa narasi cerita. Pengarang menggunakan novel sebagai media dalam mengekspresikan perasaannya berdasarkan penafsiran, penilaian, serta pandangan pengarang dalam melihat sebuah peristiwa yang terjadi ataupun hasil olahan pengarang yang hanya berlangsung dalam dunia khayalannya semata. Tidak terkecuali seorang pengarang yang terkenal di Indonesia M. Aan Mansyur. Aan Mansyur adalah salah satu sastrawan lahir di Bone, Sulawesi Selatan tanggal 14 Januari 1982. Banyak karyanya yang sudah dihasilkan baik itu berupa cerpen, puisi, novel. Tujuan penelitian ini adalah untuk memaparkan bahwa adanya korelasi antara cerita yang digambarkan dengan kehidupan pengarang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Datanya adalah novel yang berjudul Lelaki Terakhir Yang Menangis Di Bumi karya Aan Mansyur, sumber datanya isi teks novel tersebut yang menghasilkan bahwa terdapat kemiripan antara cerita yang digambarkan dengan kehidupan pengarang baik dari segi (1) Pengenalan tokoh (2) Pengalaman tokoh (3) Perjalanan hidup tokoh (4) Latar belakang tempat tokoh.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.