CITRA PEREMPUAN MINANGKABAU DALAM TRADISI MATRILINEAL

Hidayah Budi Qur’ani

Abstract


Penduduk Sumatera Barat dihuni oleh mayoritas suku Minangkabau. Masyarakat Minangkabau merupakan masyarakat yang menganut tradisi matrilineal dan komunal. Matrilenal dapat diartikan sebagai tradisi yang menganut garis keturunan ibu dalam sistem kekerabatannya. Dengan kata lain, perempuan dalam budaya Minangkabau mempunyai peranan penting dalam mengambil setiap keputusan. Perempuan Minangkabau apabila sudah berumah tangga atau bersuami akan disebut dengan bundo kanduang. Bundo kanduang mempunyai arti ibu sejati yang memiliki sifat keibuan dan kepemimpinan. Oleh karena itu, sebagai seorang bundo kanduang perempuan Minangkabau harus mempunyai citra yang menggambarkan keibuan dan kepemimpinan. Hal tersebut sejalan dengan feminisme liberal yang menginginkan perempuan menjadi individu mandiri dan dapat bersaing dengan laki-laki. Perempuan harus mampu setara dengan laki-laki dengan memiliki sifat-sifat yang menjadikan perempuan sebagai individu yang tangguh dan kuat. Citra perempuan Minangkabau sebagai seorang individu diantaranya (1) ingek dan jago pado adat, (2) berilmu, bermakrifat, berfaham, ujud yakin pado Allah, (3) murah dan mahal dalam laku dan parangai yang berpatutan, (4) kayo miskin pado hati dan kebenaran, (5) sabar dan ridha, (6) imek dan jimek lunak lambuik bakato-kato.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.