TEKA TEKI SULIT (TTS) SEBAGAI WUJUD HUMOR PERMAINAN BAHASA INDONESIA (ANALISIS PRAGMATIK)

Anis Widiyastuti Dewi Kusumaningsih Sukarno

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan wujud humor dalam Teka-Teki Sulit (TTS) sebagai bentuk permainan bahasa Indonesia. Ancangan pragmatik dipakai sebagai dasar teori khususnya dalam pelanggaran prinsip kerja sama. Metode penelitian digunakan kualitatif deskriptif. Sumber data adalah acara Waktu Indonesia Bercanda (WIB) sesi Teka-Teki Sulit (TTS) episode bulan april 2018. Data berupa satuan-satuan lingual soal dan jawaban dari Teka-Teki Sulit (TTS). Teknik pengumpulan data dengan mengunduh acara Waktu Indonesia Bercanda (WIB) di youtube, mentranskip, baca, catat, dan klasifikasikan satuan-satuan lingual yang digunakan dalam percakapan antartokoh. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa wujud humor yang tampak tidak berhubungan konteks dengan soal Teka-Teki Sulit (TTS) pada jawaban yang dikemukakan oleh Cak Lontong. Semua satuan-satuan lingual jawaban dari Teka-Teki Sulit (TTS) melanggar prinsip kerja sama,maksim kuantitas yaitu peserta percakapan tidak memberikan kontribusi yang secukupnya atau sebanyak yang dibutuhkan oleh lawan tuturnya; pelanggaran maksim kualitas yaitu peserta percakapan tidak mengatakan sesuatu yang sebenarnya atau tidak sesuai dengan fakta; pelanggaran maksim relevansi yaitu peserta tutur tidak memebrikan kontribusi yang relevan dengan masalah yang sedang dibicarakan; dan pelanggaran maksim cara yaitu penutur dan mitra tutur berbicara tidak langsung; berbelit-belit, tidak jelas, ambigu, dan berlebih-lebihan

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.